SULAWESI SELATAN — Proton, perusahaan teknologi asal Swiss yang dikenal dengan layanan email dan VPN berfokus privasi, tengah berjuang memulihkan layanannya setelah mengalami gangguan masif. Insiden ini pertama kali terkonfirmasi pada pukul 18.09 waktu AS Timur (sekitar pukul 06.09 WIB), dan meluas hingga memengaruhi hampir semua produk andalan perusahaan.
Hingga pukul 19.37 waktu AS Timur, status resmi menunjukkan semua gangguan telah diturunkan klasifikasinya dari "gangguan besar" menjadi "gangguan parsial". Hal ini menandakan ada perbaikan signifikan setelah tim teknis melakukan investigasi awal dan upaya mitigasi.
Layanan Apa Saja yang Terdampak?
Berdasarkan informasi dari halaman status resmi Proton, berikut daftar lengkap layanan yang mengalami gangguan pada insiden kali ini:
- Proton Mail
- Proton VPN
- Proton Calendar
- Proton Drive
- Proton Pass
- SimpleLogin
- Proton Wallet
- Lumo by Proton
Laporan pengguna mulai meningkat di platform pemantau Downdetector sejak pukul 18.09 waktu setempat. Para pengguna juga ramai melaporkan kendala akses melalui media sosial X, yang akhirnya mendorong perusahaan untuk segera memberikan tanggapan resmi.
Proses Pemulihan Berjalan
Dalam pembaruan status terbarunya, Proton menyatakan bahwa upaya pemulihan mulai menunjukkan hasil. "Upaya kami untuk memulihkan layanan yang terdampak kini membuahkan hasil, dan akibatnya sebagian pengguna mulai bisa mengakses kembali layanan. Sementara itu, kami terus melanjutkan operasi pemulihan," demikian pernyataan resmi perusahaan.
Bagi pengguna Proton Mail di Indonesia yang mengandalkan layanan ini untuk komunikasi pekerjaan atau data sensitif, insiden ini menjadi pengingat pentingnya memiliki kanal komunikasi cadangan. Meski layanan Proton dikenal memiliki reputasi kuat dalam hal keamanan dan privasi, gangguan berskala besar seperti ini menunjukkan bahwa infrastruktur digital tetap memiliki celah kerentanan.
Perusahaan berjanji akan terus memantau situasi dan memperbarui informasi publik seiring perkembangan pemulihan. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti dari gangguan besar yang melanda seluruh ekosistem layanan Proton tersebut.