Sebanyak 40 lulusan Politeknik ATI Makassar mengikuti Batch 1 Program SMK Go Global yang digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk sektor manufaktur. Program ini menyiapkan mereka bekerja ke luar negeri secara legal dan terlindungi, dengan pendampingan dari persiapan hingga setelah penempatan. Kick off nasional program ini dipusatkan di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Rabu (26/8/2026).
MAKASSAR — Puluhan lulusan Politeknik ATI Makassar kini tengah menjalani peningkatan kapasitas sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Mereka adalah peserta Batch 1 Program SMK Go Global yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk sektor manufaktur.
Keikutsertaan kampus vokasi di bawah Kementerian Perindustrian ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan. Kick off program berlangsung secara nasional di Jakarta dan diikuti Kepala BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan bersama Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri secara daring.
Bekal Wajib Sebelum Berangkat: Kompetensi Hingga Budaya Kerja
Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan, calon pekerja migran tidak boleh berangkat tanpa kesiapan matang. Kompetensi teknis, kemampuan bahasa, sertifikasi, hingga pemahaman budaya kerja negara tujuan menjadi syarat mutlak.
"Jangan sampai calon pekerja migran berangkat ke luar negeri tanpa kompetensi yang memadai dan tanpa pelindungan. Kita ingin mereka berangkat secara resmi, memiliki keterampilan yang dibutuhkan, memahami hak dan kewajibannya," ujarnya dalam sambutan yang disiarkan dari Jakarta.
Program ini dirancang untuk memastikan lulusan bekerja secara prosedural dan terlindungi sejak masa persiapan, selama bekerja, hingga setelah penempatan. Pendampingan berkelanjutan menjadi pembeda dengan skema pengeriman tenaga kerja non-prosedural yang kerap merugikan pekerja.
Batch 1 Fokus pada Sektor Manufaktur
Politeknik ATI Makassar memberangkatkan 40 lulusannya pada Batch 1 program ini. Mereka diproyeksikan mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor manufaktur internasional.
Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri menyebut, keikutsertaan kampusnya dalam program ini menjadi upaya memperluas kesempatan bagi para lulusan agar dapat berkontribusi sebagai tenaga kerja terampil yang berdaya saing internasional.
Kegiatan Kick Off SMK Go Global turut dihadiri Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dan Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Emmy Suryandari.