Pencarian

BPBD Makassar Sebut Kekeringan Bisa Picu Kebakaran, ISPA, hingga Pemadaman Listrik Bergilir

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:46:31 WIB
BPBD Makassar Sebut Kekeringan Bisa Picu Kebakaran, ISPA, hingga Pemadaman Listrik Bergilir
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan potensi dampak kekeringan di tengah musim kemarau.

MAKASSAR — BPBD Kota Makassar meminta warga meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi dampak luas dari musim kemarau. Ancaman tersebut bukan sekadar berkurangnya pasokan air bersih, melainkan juga merembet ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengingatkan bahwa kekeringan yang berkepanjangan dapat memicu persoalan turunan yang dirasakan langsung oleh warga. "Jadi ini akan menggurita jadinya nanti kekeringan ini, bukan cuma kekeringan habis air," kata Fadli, Rabu (26/8/2026).

Lingkungan Kering Tingkatkan Kerawanan Kebakaran

Fadli menjelaskan, cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering membuat sumber api lebih mudah memicu kebakaran. Percikan api kecil pun disebut berpotensi menjalar dengan cepat ke area permukiman.

"Kekeringan, otomatis yang terpicu apa? Satu, yang paling penting kebakaran. Pasti akan meningkat juga kebakaran, kenapa? Cuaca panas, gampang terpercik api, gampang api berpindah," jelasnya.

Warga diimbau untuk tidak lengah terhadap sumber api di sekitar rumah, termasuk saat membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

Ancaman ISPA dan Gangguan Pernapasan Meningkat

Selain kebakaran, udara kering akibat kemarau juga membuka celah penyebaran penyakit. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia disebut paling berisiko mengalami gangguan tersebut.

"Yang kedua, gangguan kesehatan. Di kekeringan seperti ini gampang menular ISPA, radang tenggorokan, pernapasan, gangguan pernapasan, dan lain-lain," kata Fadli.

Debit Air Menurun, Pemadaman Listrik Mengintai

Dampak lain yang tak kalah serius adalah terganggunya pasokan listrik. Penurunan debit air disebut dapat menghambat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang selama ini memasok kebutuhan warga.

"Otomatis kalau debit air menurun, maka tidak bisa berfungsi atau beroperasi lagi. Nah, bagaimana caranya supaya bertahan? Ada pemadaman gilir," terang Fadli.

Gangguan listrik ini dinilai bakal berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, terutama pelaku usaha kecil yang mengandalkan aliran listrik untuk menjalankan usahanya.

"Kalau pemadaman listrik, berdampak kepada apa? Usaha kecil mungkin yang butuh pendingin, yang butuh mungkin pemanas apa untuk mereka, mereka tidak bisa berjalan lagi usahanya. Otomatis berdampak kepada perekonomian masyarakat," ujarnya.

BPBD Siapkan Distribusi Air Bersih dan Sumber Alternatif

Untuk menekan risiko tersebut, BPBD Makassar telah menyiapkan langkah intervensi. Upaya jangka pendek yang dilakukan adalah distribusi air bersih ke wilayah terdampak, sementara untuk jangka panjang disiapkan sumber air alternatif.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah kota dalam menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulsel.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks