Pencarian

Mengapa Desa Wisata Sulawesi Selatan Layak Jadi Tujuan Liburan

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 16:10:27 WIB
Mengapa Desa Wisata Sulawesi Selatan Layak Jadi Tujuan Liburan
Mengapa Desa Wisata Sulawesi Selatan Layak Jadi Tujuan Liburan

SULAWESI SELATAN - Desa wisata di Sulawesi Selatan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Dengan memilih desa wisata, wisatawan dapat menikmati pengalaman otentik sambil mendukung keberlanjutan pariwisata.

Penilaian desa wisata terbaik di Sulawesi Selatan tidak semata-mata didasarkan pada popularitas. Faktor seperti daya tarik, amenitas, digitalisasi, kelembagaan, sumber daya manusia, dan ketahanan pengelolaan wisata turut dipertimbangkan.

Kementerian Pariwisata melalui Jejaring Desa Wisata atau JADESTA menggunakan aspek-aspek tersebut dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Pada ADWI 2024, kategori penilaian mencakup daya tarik, amenitas, digital, kelembagaan dan SDM, serta resiliensi.

Rammang-Rammang, Maros

Rammang-Rammang menjadi salah satu desa wisata paling menonjol di Sulawesi Selatan. Desa ini pernah masuk 75 Besar ADWI 2023 dan berstatus “Berkembang” dalam data JADESTA.

Keindahan karst yang berpadu dengan sungai, persawahan, dan perkampungan menjadi daya tarik utama. Kawasan ini memiliki Kampung Berua, Kampung Laku, serta Kampung Massaloeng dengan karakter wisata yang berbeda.

Susur sungai menggunakan perahu jolloro adalah aktivitas yang paling diminati. Perjalanan mengikuti aliran sungai melewati pepohonan nipah dan bakau serta celah-celah batu karst.

Rammang-Rammang juga menyuguhkan wisata prasejarah dan budaya. Kampung Massaloeng mempertahankan kesenian tradisional, sementara kawasan lain memiliki situs gua dan peninggalan prasejarah.

Desa Wisata Andalan, Bulukumba

Desa Wisata Andalan berlokasi di Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Desa ini juga masuk 75 Besar ADWI 2023 dan kini tercatat sebagai desa wisata berkategori Maju.

Daya tariknya beragam, mulai dari Tebing Batu Tongkarayya, Pantai Mandala Ria, Tebing Mattoanging, hingga Gua Purbakala Passea. Lanskap laut dan tebing menjadi kekuatan utama desa ini.

Budaya juga menjadi unsur penting. Desa ini memiliki aktivitas pembuatan miniatur Pinisi, Tari Salonreng, Pakkarena, serta berbagai atraksi budaya lainnya.

Pada ADWI 2023, Desa Wisata Andalan meraih Juara 3 kategori Suvenir. Penghargaan ini menunjukkan bahwa produk kreativitas masyarakat dapat menjadi pilar pengembangan desa wisata.

Desa Wisata Ara, Bulukumba

Desa Ara juga berada di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Desa ini pernah masuk 50 Besar ADWI 2021, dengan potensi wisata seperti Tebing Apparalang, Pantai Mandala Ria, dan Gua Passohara.

Keunikan Desa Ara tidak berhenti pada alam. Tradisi pembuatan perahu Pinisi, seni ukir Anjong dan Teba, Tari Salonreng Ara, serta kesenian lokal lainnya menjadi daya tarik budaya.

Kombinasi alam dan budaya membuat desa ini menarik bagi wisatawan yang ingin memahami identitas masyarakat setempat, bukan sekadar berfoto.

Desa Wisata Mattabulu, Soppeng

Bagi yang menyukai suasana sejuk, Mattabulu di Kabupaten Soppeng adalah pilihan tepat. Desa Wisata Mattabulu tercatat masuk 50 Besar ADWI 2024.

Berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, desa ini menawarkan hutan pinus Lembah Cinta, area camping, outbound, kopi lokal, pengolahan gula aren, serta Air Terjun Liu Pangie.

Selain alam, Mattabulu memiliki situs sejarah dan kesenian tradisional, membuat pengalaman wisata tidak hanya bergantung pada lanskap.

Desa Wisata Latimojong, Enrekang

Latimojong adalah desa wisata di Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang. Data JADESTA mencatat desa ini masuk 500 Besar ADWI 2024, berlokasi di kaki Gunung Latimojong dengan ketinggian sekitar 3.478 meter di atas permukaan laut.

Daya tariknya meliputi camping ground, water tubing, trekking Gunung Latimojong, air terjun, dan kolam renang alami. Aktivitas budaya seperti musik bambu, budaya Mangdodo, pengolahan kopi, dan reboisasi juga tersedia.

Latimojong lebih cocok bagi wisatawan yang menyukai alam dan aktivitas luar ruang. Persiapan fisik dan perlengkapan yang matang diperlukan untuk perjalanan menuju kawasan gunung.

Desa Wisata Bontomarannu, Kepulauan Selayar

Bontomarannu di Kabupaten Kepulauan Selayar menawarkan karakter berbeda dengan Puncak Tanadoang sebagai daya tarik utama.

JADESTA mencatat kawasan ini memiliki pemandangan perbukitan, udara segar, dan area camping ground sekitar dua hektare. Fasilitas seperti homestay, toilet, ruang pertemuan, tempat ibadah, mini restoran, dan toko suvenir tersedia.

Kondisi ini menjadikan Bontomarannu menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama dari ketinggian dengan fasilitas lengkap.

Cara Menentukan Desa Wisata yang Paling Sesuai

Tidak ada satu desa wisata yang otomatis paling cocok untuk semua wisatawan. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan perjalanan.

Rammang-Rammang cocok untuk pencinta karst, sungai, sejarah, dan budaya. Andalan serta Ara menarik bagi yang ingin menggabungkan pantai, tebing, gua, dan tradisi Pinisi. Mattabulu lebih cocok untuk suasana dataran tinggi dan hutan pinus. Latimojong menawarkan tantangan fisik di pegunungan, sementara Bontomarannu untuk pencinta panorama perbukitan dan camping.

Jarak tempuh juga perlu diperhitungkan. Wisata desa sering berada di kawasan jauh dari pusat kota, jadi waktu perjalanan, transportasi, dan penginapan harus dicek sebelum berangkat.

Dampak Positif Desa Wisata

Konsep desa wisata memberi nilai lebih karena melibatkan masyarakat lokal. Pengelolaan homestay, kuliner, pemandu, kerajinan, atraksi budaya, transportasi lokal, hingga paket wisata dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Rammang-Rammang adalah contoh menarik. Data JADESTA mencatat adanya perputaran ekonomi dari aktivitas wisata serta pembagian manfaat kepada pengelola dan masyarakat lokal.

Prinsip keberlanjutan semakin penting saat jumlah wisatawan meningkat. Keindahan alam harus dijaga agar tidak rusak akibat aktivitas wisata berlebihan.

Wisatawan dapat berkontribusi dengan memilih produk lokal, menggunakan jasa masyarakat setempat, mematuhi aturan kawasan, dan menjaga kebersihan destinasi.

Dengan mempertimbangkan penghargaan, kualitas atraksi, keberagaman pengalaman, kesiapan fasilitas, serta keterlibatan masyarakat, desa wisata terbaik di Sulawesi Selatan dapat disesuaikan dengan karakter perjalanan dan tujuan wisata yang ingin dicapai.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks