Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan memulai pelatihan SMK Go Global untuk mencetak tenaga kerja terampil bersertifikat internasional. Program arahan Presiden ini diikuti ratusan pendaftar dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel, dengan materi pelatihan Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, dan Operation Production.
MAKASSAR — Ratusan warga Sulawesi Selatan telah mendaftar pada program pelatihan SMK Go Global yang digelar BP3MI Sulsel. Pendaftaran untuk batch 1 gelombang 1 dan 2 resmi ditutup beberapa waktu lalu, dan saat ini hasil seleksi peserta telah diumumkan melalui media sosial resmi instansi.
Kepala BP3MI Sulawesi Selatan Fanny Wahyu Kurniawan menyatakan, program ini merupakan arahan langsung Presiden RI untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dan pencari kerja agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Hasil Seleksi Diumumkan, Pendaftar Diminta Pantau Medsos
BP3MI Sulsel telah mempublikasikan daftar nama peserta yang lolos seleksi SMK Go Global Batch 1. Masyarakat dapat melihat pengumuman tersebut melalui akun Instagram @bp3mi_sulsel dan TikTok bp3misulsel.
"Untuk yang belum lolos di gelombang ini, jangan berkecil hati. Akan ada gelombang selanjutnya. Pastikan terus pantau informasi di medsos kami," kata Fanny di Makassar, Rabu.
Materi Pelatihan Fokus pada Kebutuhan Pasar Global
Pelatihan di Sulawesi Selatan akan berlangsung di dua tempat dengan total empat kelas. Materi yang diajarkan mencakup tiga bidang yang paling dibutuhkan industri luar negeri saat ini, yaitu Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, dan Operation Production.
Kelas pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 26 Agustus hingga November 2026. Selama masa pelatihan, peserta akan dibimbing oleh instruktur bersertifikat dengan kurikulum yang disesuaikan standar industri luar negeri.
Menaikkan Kelas Pekerja Migran Indonesia
Pembukaan pelatihan SMK Go Global dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (26/8). Pembukaan nasional akan dilakukan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin.
Fanny menegaskan komitmen BP3MI Sulsel mendukung penuh program Presiden ini. Menurutnya, program tersebut menjadi jalan untuk menaikkan kelas pekerja migran Indonesia dari pekerja kasar menjadi pekerja terampil, terlatih, dan terlindungi.