Pencarian

Film IMAX Jarang Dipakai Hollywood, Ini Alasan Biaya dan Teknisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 • 01:07:31 WIB
Film IMAX Jarang Dipakai Hollywood, Ini Alasan Biaya dan Teknisnya
Kamera film IMAX 65mm digunakan dalam produksi film "The Odyssey" arahan Christopher Nolan.

SULAWESI SELATAN — IMAX memang menghadirkan pengalaman sinematik yang dramatis—gambar besar, terang, dan detail dengan skala yang jauh melebihi layar bioskop biasa. Namun di balik kemegahannya, proses pembuatan film IMAX menyimpan sederet tantangan yang membuat sebagian besar rumah produksi Hollywood enggan menggunakannya secara penuh.

Film terbaru Nolan, The Odyssey, menjadi salah satu dari sedikit produksi yang seluruh proses syutingnya menggunakan kamera film IMAX 65mm. Sementara itu, mayoritas film besar lain hanya memakai format ini untuk beberapa adegan tertentu, atau memilih jalur kompromi lewat sertifikasi digital "Filmed for IMAX".

Akar Masalah: Kamera Besar, Film Mahal, dan Waktu Syuting Lebih Lama

IMAX sejatinya bukan dirancang untuk sinema Hollywood. Tiger Child (1970) dan North of Superior (1971) adalah film pendek serta dokumenter yang pertama kali memamerkan kemampuan format ini. Sepanjang sejarahnya, IMAX lebih banyak dipakai untuk film edukasi dan atraksi taman hiburan ketimbang produksi komersial.

Kamera IMAX modern tetap lebih besar dan berat dibanding kamera konvensional. Bobotnya bisa mencapai hampir 181 kilogram (400 pon) untuk varian terbaru yang lebih senyap sekalipun. Ukuran ini membuat kamera sulit digunakan di lokasi syuting sempit atau adegan aksi cepat.

Kebisingan operasional kamera juga jadi masalah tersendiri karena bisa mengganggu rekaman audio bersih. Belum lagi ukuran film 65-70mm yang jauh lebih besar dari film standar 35mm. Konsekuensinya, gulungan film cepat habis dan harus sering diganti. Aktor Tom Holland sempat salah paham di lokasi syuting The Odyssey—ia mengira penghentian syuting setiap tiga menit adalah kritikan atas aktingnya, padahal itu hanya pergantian film.

Era Digital Mengubah Arah Industri

Keputusan Nolan memakai kamera IMAX untuk sebagian adegan The Dark Knight (2008) justru terjadi di tengah pergeseran besar industri menuju produksi digital. Kamera digital lebih kecil, senyap, dan murah dalam jangka panjang karena menghilangkan biaya film fisik serta proses pasca-produksi yang rumit.

Tonggak sejarah terjadi pada 2009 ketika Slumdog Millionaire menjadi film pertama yang memenangi Oscar untuk Sinematografi Terbaik dengan pengambilan gambar digital penuh. Sejak saat itu, Hollywood tak pernah kembali ke metode tradisional, meninggalkan IMAX sebagai opsi eksperimental yang hanya dipilih segelintir pembuat film.

Nolan adalah pengecualian langka. Ia konsisten memakai film IMAX fisik 65mm karena percaya format ini menawarkan kualitas tertinggi yang tersedia saat ini. Sementara itu, mayoritas sutradara lain tidak mau menerima kompromi biaya dan logistik yang menyertainya.

Jalan Tengah: Sertifikasi Digital "Filmed for IMAX"

Alternatif yang kini banyak dipakai adalah kamera digital bersertifikasi IMAX. Tom Cruise menjadi nama besar yang rutin menggunakan jalur ini, termasuk untuk Mission Impossible: The Final Reckoning yang memakai kamera Sony IMAX-certified.

Kamera digital ini dirancang menangkap area gambar lebih luas untuk mengisi rasio aspek IMAX 1.90:1. Kualitasnya memang tidak menandingi film 15/70 asli, tapi cukup baik untuk memanfaatkan layar IMAX yang lebih besar.

Kendala lain ada di sisi distribusi. Mayoritas bioskop tidak memiliki layar IMAX 15/70 asli, sehingga pengalaman IMAX sejati hanya bisa dinikmati di sejumlah kecil gedung bioskop tertentu. Bagi sebagian besar sineas, investasi besar untuk memproduksi film IMAX tidak sebanding dengan jumlah layar yang bisa menayangkannya dengan sempurna.

Pada akhirnya, pilihan memakai IMAX adalah kalkulasi bisnis dan artistik. Nolan mampu melakukannya karena namanya menjamin pendanaan besar. Untuk sutradara lain, risiko biaya produksi membengkak demi format yang hanya dinikmati segelintir penonton sering kali terlalu mahal untuk diambil.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks