Pencarian

KKI 2026 di Makassar Catat Potensi Pembiayaan UMKM Rp285 Miliar, Ekspor Tembus Rp380 Juta

Minggu, 23 Agustus 2026 • 16:41:31 WIB
KKI 2026 di Makassar Catat Potensi Pembiayaan UMKM Rp285 Miliar, Ekspor Tembus Rp380 Juta
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menyaksikan penandatanganan kesepakatan pembiayaan delapan bank dengan UMKM dalam KKI 2026 di Makassar.

MAKASSAR — Perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Makassar pada 20-23 Agustus 2026 menjadi momentum penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulawesi Selatan. Bank Indonesia mencatat potensi pembiayaan dari hasil fasilitasi business matching telah mencapai Rp285 miliar hingga Juli 2026.

Angka tersebut terdiri dari pembiayaan inklusif sebesar Rp150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp135 miliar. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyebut capaian ini masih akan terus bertambah seiring realisasi pembiayaan hingga akhir tahun.

Delapan Bank Teken Kesepakatan Pembiayaan dengan UMKM

Gebyar Pembiayaan yang digelar dalam KKI 2026 mempertemukan delapan lembaga keuangan, yakni BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI, dengan UMKM mitra masing-masing. Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman.

"Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand," ujar Aida dalam keterangannya.

Dua Kebijakan Dorong Perbankan Salurkan Dana ke UMKM

Dari sisi supply, Bank Indonesia mengandalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang memberikan insentif likuiditas kepada perbankan penyalur pembiayaan UMKM. Sementara itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) didorong untuk memperluas pembiayaan inklusif.

Adapun dari sisi demand, digitalisasi pembayaran melalui QRIS dimanfaatkan untuk membangun rekam jejak usaha bagi para pelaku UMKM. Aida menekankan bahwa penguatan ekosistem pembiayaan ke depan memerlukan komitmen konsisten dan inovasi adaptif dari seluruh pemangku kepentingan.

UMKM Sulsel Incar Pasar Ekspor Lewat Business Matching

BI Sulsel turut melibatkan sejumlah UMKM lokal dalam 14 sesi offline dan 1 sesi online business matching ekspor di KKI 2026. Peserta offline di antaranya Kopi Luwak Malino (Gowa), CV Panitra Jaya Group (Makassar), Kopivolusi Niwa Indonesia (Makassar), Sehati Kopi (Makassar), My Coffeeza Indonesia (Enrekang), dan PT Bunly Abadi Bersama (Makassar). Adapun peserta online yaitu CV Al Razak Corp (Enrekang).

Dari kegiatan tersebut, tujuh UMKM Sulsel menyepakati Letter of Intent (LOI) dengan buyer luar negeri dengan nilai potensi transaksi ekspor diperkirakan mencapai lebih dari Rp380,75 juta.

Kopi Luwak Malino Jadi Primadona, Raih LOI Terbesar

Tiga besar UMKM Sulsel berdasarkan nilai LOI didominasi produk kopi. Kopi Luwak Malino dengan produk kopi Arabica Malino menyepakati kerja sama dengan PT Cahaya Abadi Terbit (Kanada) senilai Rp245 juta. CV Panrita Jaya Group dengan kopi Arabica Toraja dan Arabica Enrekang membukukan LOI senilai Rp92,25 juta bersama PT Sumber Kurnia Alam (Singapura).

Masih dari Kopi Luwak Malino, kesepakatan lain ditandatangani dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp32 juta. Sejumlah produk UMKM lain juga tengah melalui proses market test dan pengiriman sample product, seperti My Coffeeza Indonesia dengan pembeli di Tiongkok, Kopivolusi dengan pembeli di Amerika Serikat, serta PT Bunly Abadi Bersama yang memasarkan kacang mete ke Singapura dan Amerika Serikat.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bukamatanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks