MAKASSAR — Rangkaian Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) 2026 yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Makassar memasuki hari kedua dengan menyasar Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea. Agenda ini menjadi alat ukur pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus memetakan capaian program dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyebut SMEP bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi dan pelaporan. Ia memastikan program yang berjalan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“SMEP ini sangat bermanfaat untuk kita melihat bagaimana program-program kita berjalan di kecamatan dan kelurahan. Kita juga bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu kita tingkatkan,” ujar Melinda dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Empat Isu Strategis yang Jadi Fokus PKK Makassar
Melinda menegaskan dinamika persoalan masyarakat menuntut gerakan PKK beradaptasi, bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan. Pada 2026, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK diarahkan pada isu yang berdampak langsung terhadap keluarga dan lingkungan.
Setidaknya ada empat isu yang menjadi perhatian utama: pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga lewat UMKM, peningkatan kualitas pendidikan anak, serta penguatan kepedulian lingkungan. Persoalan pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi sorotan khusus dalam SMEP kali ini.
“PKK harus semakin responsif dan adaptif. Kita tidak bisa hanya menjalankan program secara rutinitas, tetapi harus melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.
Kader PKK Didorong Jadi Motor Pemilahan Sampah dari Rumah
Persoalan sampah menjadi perhatian serius yang ditekankan Melinda. Ia mendorong kader PKK mengambil peran membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Perubahan perilaku masyarakat, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Posisi kader PKK dinilai strategis karena berinteraksi langsung dengan warga di wilayah masing-masing. Melinda meminta para kader menjadi teladan dalam memilah dan mengelola sampah agar volume yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bisa direduksi.
“Persoalan sampah ini harus kita mulai dari rumah. Ibu-ibu PKK harus menjadi contoh bagaimana sampah dipilah dan dikelola. Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA bisa kita reduksi,” jelasnya.
Melinda juga mendorong penguatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat kelurahan. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh keterlibatan semua pihak.
“Kalau kita ingin menyelesaikan persoalan sampah, semua harus bergerak. Dari rumah, lingkungan, kelurahan, sampai kecamatan,” ujarnya.
Sinergi dengan Pemerintah Wilayah Kunci Efektivitas Program
Selain persoalan lingkungan, Melinda menekankan pentingnya dukungan pemerintah wilayah terhadap pelaksanaan program PKK. Sinergi antara pengurus PKK, pemerintah kecamatan, dan kelurahan menjadi faktor penentu agar program berjalan efektif.
“Kerja sama antara ibu-ibu dan bapak-bapak ini penting. Ibu-ibu bergerak di lapangan, sementara dukungan dari pemerintah kecamatan dan kelurahan juga sangat dibutuhkan agar program kita bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Rangkaian SMEP 2026 sebelumnya telah dimulai di Kecamatan Manggala dan dilanjutkan ke Panakkukang, sebelum masuk ke Biringkanaya dan Tamalanrea. Pelaksanaan bertahap ini menjadi bagian dari monitoring TP PKK Kota Makassar terhadap program di wilayah.
Melalui SMEP, TP PKK Kota Makassar memetakan capaian dan kendala yang dihadapi pengurus di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan pembenahan dan peningkatan kualitas pelaksanaan program.
Melinda berharap SMEP menjadi ruang evaluasi yang menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia mendorong seluruh kader memperkuat koordinasi dan kolaborasi agar 10 Program Pokok PKK diterjemahkan menjadi kegiatan yang relevan, terukur, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.
“Yang kita harapkan bukan hanya programnya berjalan, tetapi bagaimana program itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.