Pencarian

Dinsos Sulsel: Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Kini Kuasai Bahasa Mandarin hingga Jepang, Bakat Seni Mulai Tampil

Selasa, 18 Agustus 2026 • 13:03:02 WIB
Dinsos Sulsel: Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Kini Kuasai Bahasa Mandarin hingga Jepang, Bakat Seni Mulai Tampil
Siswa Sekolah Rakyat Terintegritas di Makassar menunjukkan penguasaan bahasa asing, seperti Mandarin dan Jepang, serta keterampilan seni dan inovasi.

MAKASSAR — Kepala Dinsos Sulsel Abdul Malik Faisal mengungkapkan bahwa siswa Sekolah Rakyat Terintegritas (SRT) di Makassar mulai memperlihatkan perkembangan signifikan. Para siswa tidak hanya unggul di bidang seni seperti menyanyi dan baca puisi, tetapi juga mampu berinovasi dengan menciptakan lampu bertenaga cahaya matahari.

"Siswa SMA ini ada yang bisa Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, kemudian Bahasa Inggris juga bagus. Ini artinya mereka kemarin agak terhambat karena tidak ada kesempatan," kata Malik Faisal di Makassar, Selasa.

Kemampuan Bahasa Asing dan Inovasi Jadi Bukti Perkembangan

Perkembangan itu dinilai menjadi indikator bahwa kesenjangan kualitas pendidikan antara anak dari keluarga prasejahtera dengan anak dari keluarga mampu mulai terpangkas. Malik Faisal menegaskan fokus utama program ini adalah memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk mengakses pendidikan bermutu.

"Yang kami mau ukur sekarang adalah bagaimana jarak ketimpangan antara anak dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu dengan anak-anak yang mampu saat mereka sama-sama mendapatkan pendidikan berkualitas," ujarnya.

Guru dan Tenaga Pendidik Jadi Kunci Keberhasilan

Malik Faisal memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik (tendik) yang telah mendidik serta mengawasi para siswa secara ekstra. Dukungan tersebut dinilai berhasil membangun kepercayaan diri siswa untuk tampil di depan umum.

"Siswa yang sudah rintisan satu tahun ini, kita lihat bagaimana anak-anak ini bisa tampil, dia berani bicara di panggung dan itu hal yang membanggakan," kata Malik Faisal.

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Pajjaiyang Sudiang, Makassar, ini diketahui memiliki kapasitas untuk menampung hingga 3.000 siswa. Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Sulawesi Selatan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks