SULAWESI SELATAN — Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui APBD 2026 mengucurkan dana Rp7,95 miliar untuk mengganti total Jembatan Cenrana yang berada di Lingkungan Solo Karaja, Kelurahan Solo, Kecamatan Lalabata. Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun melintasi jembatan lama dengan kondisi struktur yang kian memprihatinkan.
Pembongkaran Jembatan Lama Berjalan Cepat
Pantauan di lapangan menunjukkan kontraktor pelaksana tidak membuang waktu. Sejumlah pekerja terlihat memotong kerangka besi, membongkar gelondongan balok kayu, hingga melepas pelat besi eksisting pada hari pertama pengerjaan.Di sisi lain, tim teknis juga merakit struktur kayu pembantu untuk akses sementara. Ribuan batang besi tulangan beton ulir yang telah dibengkokkan mulai ditumpuk di lokasi, menandakan persiapan pengecoran konstruksi utama sudah berjalan paralel dengan proses pembongkaran.
Anggaran dan Spesifikasi Teknis Proyek
Nilai kontrak sebesar Rp7.958.379.805 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Dengan masa pengerjaan 135 hari kalender, proyek ini ditargetkan menghasilkan struktur jembatan baru yang lebih kokoh dibandingkan konstruksi lama yang berbahan kayu dan pelat besi.Penggantian total jembatan ini dirancang untuk mengatasi dua persoalan utama: kelancaran arus barang dan orang antar-desa serta antar-kecamatan, dan risiko keselamatan pengendara yang selama ini dihantui kondisi jembatan yang rentan.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Sekitar
Kehadiran jembatan baru diharapkan memangkas waktu tempuh dan menekan biaya logistik bagi pelaku usaha di Kecamatan Lalabata dan sekitarnya. Ruas Cenrana–Tellang merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah sentra produksi pertanian dengan pusat pemasaran di Kabupaten Soppeng.Selama ini, keterbatasan kapasitas jembatan lama kerap memaksa kendaraan angkutan hasil bumi mengurangi muatan demi alasan keamanan. Setelah struktur baru beroperasi, efisiensi distribusi diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada pendapatan petani serta pedagang lokal.
Pengawasan Proyek dan Imbauan Keselamatan
Media Pelopornews menyatakan komitmennya mengawal jalannya proyek secara independen sejak tahap pembongkaran hingga serah terima. Pengawasan bertujuan memastikan pengerjaan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan transparan bagi publik.Pengguna jalan yang melintasi area proyek selama masa konstruksi diminta tetap waspada dan mematuhi petunjuk keselamatan yang dipasang di lokasi. Rekayasa lalu lintas sementara telah disiapkan untuk meminimalkan gangguan mobilitas warga selama proses pembangunan berlangsung.