SIDRAP — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Sidrap yang tetap mampu memanen padi di tengah musim kemarau. Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya Oplah Non Rawa Program Listrik Masuk Sawah untuk mendukung Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Takkalasi, Selasa (18/8/2026).
“Sidrap luar biasa. Di tengah musim kemarau masih bisa panen. Ini bukti nyata seluruh pihak dan stakeholder bekerja bersama sehingga persoalan kekeringan, khususnya di sektor pertanian, bisa diatasi,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, penerapan PM-AAS di Sulsel telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebelumnya, hasil panen di Majjelling bahkan mampu mencapai lebih dari 11 ton per hektare. “Memang ini yang kita harapkan, produksi pertanian bisa 10 ton lebih per hektare,” katanya.
Anggaran Rp 65 Miliar Disiapkan untuk Perkuat Pertanian Sulsel
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Bustanul Arifin, merinci alokasi anggaran penguatan pertanian pada 2026 mencapai sekitar Rp 65 miliar. Dana tersebut antara lain digunakan untuk cetak sawah sekitar 600 petak dengan nilai Rp 21 miliar.
Untuk Sidrap, pemerintah mengalokasikan optimalisasi lahan sekitar 3.200 hektare dengan anggaran Rp 14 miliar. Selain itu, terdapat dukungan pembangunan irigasi pertanian melalui pengadaan sekitar 150 unit pompa senilai Rp 23 miliar, irigasi tersier di 38 titik senilai Rp 3,8 miliar, serta pembangunan irigasi pipa sekitar 10 titik dengan anggaran kurang lebih Rp 1 miliar.
“Sidrap merupakan sentral produksi pertanian. Karena itu, kami serius mendukung pengembangan pertanian di daerah ini,” tegas Bustanul.
Bupati Sidrap: Kemarau Pergi Merantau, Inovasi Jadi Jalan Keluar
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyebut keberhasilan panen di tengah kemarau merupakan hasil inovasi dan kerja keras bersama. Ia mencontohkan program listrik masuk sawah yang memungkinkan petani mengoperasikan pompa air dari sumur bor.
“Bisa dikatakan kemarau pergi merantau, tetapi karena inovasi dan kerja keras, jalan keluarnya sudah ada. Salah satunya melalui program listrik masuk sawah sehingga petani bisa panen di tengah kekeringan,” kata Syaharuddin.
Ia menggambarkan manfaat program tersebut sebagai terobosan besar. “Serasa di luar negeri. Listrik ada di mana-mana di sawah. Dengan voucher Rp 100 ribu bisa digunakan tiga hari untuk pompanisasi. Listrik mengalir, air mengalir,” ungkapnya.
Sumur Bor Jadi Penyelamat Saat Bendung Mengering
Salah satu lokasi yang merasakan langsung manfaat program tersebut berada di Desa Takkalasi. Di wilayah itu terdapat sekitar 395 hektare lahan yang dikelola 13 kelompok tani. Pada 2025, sebanyak 39 titik sumur bor telah diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian.
Sebelumnya, petani mengandalkan sumber air dari Bendung Takkalasi. Namun saat kemarau panjang, bendung tersebut ikut mengering sehingga aktivitas pertanian terancam terganggu. Kehadiran sumur bor yang dipadukan dengan program listrik masuk sawah kemudian menjadi solusi baru bagi para petani.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulsel, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa program PM-AAS terus diperluas. Di Sulsel terdapat sekitar 91 hektare kawasan PM-AAS, sementara khusus di Sidrap program tersebut mendapat dukungan benih gratis untuk lahan sekitar 10 ribu hektare.
Jaringan Irigasi dan Cetak Sawah Jadi Prioritas 2027
Wagub Fatmawati memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan kembali memberikan perhatian terhadap Sidrap pada 2027. Pemerintah daerah diminta memasukkan usulan program mulai dari cetak sawah, optimalisasi lahan hingga pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi.
“2027 kami akan prioritaskan lagi Sidrap. Mumpung ada anggarannya di kami, silakan tambahkan usulan untuk Sidrap, mulai cetak sawah, oplah dan irigasi pertanian. Kami siap bantu tambah di 2027,” tegasnya.
Ia juga mengakui kelincahan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dalam memperjuangkan sektor pertanian. Kiprah tersebut terlihat ketika bertemu dengan Menteri Pertanian maupun jajaran direktorat jenderal terkait. “Yang hebat Pak Bupatinya. Beliau terus memberikan support dan semangat kepada petani,” ujarnya.