Pencarian

Harga Rata-rata Mobil Listrik Global Kini Rp 600 Jutaan, Lebih Murah dari Hybrid

Kamis, 13 Agustus 2026 • 10:33:31 WIB
Harga Rata-rata Mobil Listrik Global Kini Rp 600 Jutaan, Lebih Murah dari Hybrid
Harga rata-rata mobil listrik global turun ke sekitar Rp 600 jutaan, lebih murah dibandingkan mobil hybrid.

SULAWESI SELATAN — Angka ini bukan klaim pabrikan, melainkan catatan dari penyedia analisis otomotif Mobility Global yang dikutip Nikkei Asia. Untuk konteks, harga rata-rata hybrid justru naik 16 persen di periode yang sama. Artinya, persepsi bahwa mobil listrik selalu lebih mahal dari hybrid mulai tidak berlaku di pasar global.

Baterai LFP dan Kelebihan Produksi China Jadi Biang Penurunan Harga

Komponen baterai menyumbang 30-40 persen dari total biaya produksi mobil listrik. China yang menguasai sekitar 80 persen pasar baterai global sedang mengalami kelebihan kapasitas produksi, sehingga harga baterai untuk mobil penumpang tercatat turun 37 persen sepanjang 2020 hingga 2025.

Produsen juga semakin banyak beralih ke baterai lithium iron phosphate (LFP) yang tidak menggunakan kobalt, material dengan harga relatif mahal. Kombinasi ini memangkas biaya produksi secara signifikan.

Ekspor China Melonjak: dari 100 Ribu Jadi 1,64 Juta Unit

Ekspansi produsen China menjadi faktor kedua yang tak kalah penting. Pada 2025, China mengekspor sekitar 1,64 juta mobil listrik, melonjak tajam dari catatan kurang dari 100.000 unit pada 2020.

Di Thailand, merek China sudah menguasai hampir 30 persen penjualan mobil baru. Respons positif ini terjadi karena mobil listrik buatan China menawarkan harga yang relatif terjangkau dibandingkan kompetitor Jepang atau Eropa.

Yang Perlu Diperhatikan: Harga Murah Belum Tentu Sama dengan Biaya Kepemilikan

Harga rata-rata yang lebih murah memang mendorong adopsi di negara berkembang. China dan Norwegia, yang harga EV-nya sudah setara atau lebih rendah dari mobil bensin, tercatat punya tingkat adopsi tertinggi.

Namun perlu dicatat, data ini adalah rata-rata global. Di Indonesia, harga mobil listrik masih sangat bervariasi tergantung merek dan segmen. Selain itu, biaya kepemilikan tidak berhenti di harga beli — faktor seperti ketersediaan suku cadang, nilai jual kembali, dan infrastruktur pengisian daya tetap menentukan apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat dibandingkan hybrid dalam jangka panjang.

Untuk pasar Indonesia, tren penurunan harga ini adalah kabar baik. Namun keputusan membeli tetap harus mempertimbangkan kebutuhan harian, akses charging di rumah atau kantor, dan ketersediaan layanan purna jual di kota masing-masing.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks