MAKASSAR — Pamflet bertuliskan "Pawai Semarak LGBT" yang disebut akan digelar di Pantai Losari, Makassar, pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita beredar luas di media sosial dan memicu perbincangan warganet. Dalam pamflet itu terlihat ilustrasi sejumlah orang membentangkan bendera berwarna pelangi dengan slogan "Jangan Membenci Ciptaan Tuhan, Keadilan untuk Kami".
Namun, terdapat kejanggalan pada dokumen tersebut karena tahun yang tertera adalah 2025. Bagian bawah pamflet mencantumkan nomor WhatsApp dan akun Instagram dengan nama @cika_petshop.
Polisi: Pemilik Akun Mengaku Dibajak
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi pemilik nomor WhatsApp dan akun Instagram yang tercantum dalam pamflet. Menurut Arya, pemilik akun mengaku akunnya telah dibajak.
"Tadi kami sudah konfirmasi ke pemilik akun, ternyata pemilik akun menyampaikan bahwa akunnya dibajak," kata Arya Perdana kepada wartawan di Aula Polrestabes Makassar, Kamis (24/9/2026).
Hingga Kamis (24/9/2026), polisi belum menerima surat pemberitahuan aksi terkait rencana pawai tersebut. "Tidak ada permohonan izin. Tadi sudah cek ke Polda Sulsel juga tidak ada, di polsek juga tidak ada," ucapnya.
Polisi Pertimbangkan Kondisi Masyarakat Sebelum Keluarkan Rekomendasi
Mantan Kapolres Metro Depok ini menjelaskan, setiap rencana kegiatan di wilayah hukumnya akan ditindaklanjuti terlebih dahulu sebelum rekomendasi dikeluarkan. Polisi mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi masyarakat Makassar.
"Jadi semua kegiatan, baik unjuk rasa, kegiatan apa pun itu sekadar pemberitahuan. Kalau ini memang kegiatannya positif kita akan memberikan rekomendasi. Kalau negatif kami tidak akan keluarkan rekomendasi," bebernya.
Tim Cyber Lacak Penyebar Pertama Pamflet
Polisi masih menyelidiki pihak yang berada di balik penyebaran pamflet dan mendalami kemungkinan unsur pelanggaran hukum. "Ini masih dalam penyelidikan cyber untuk mengetahui apakah memang ini ada kegiatannya atau tidak karena sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi soal itu," tandas Arya.
Pemilik Toko di Barru Sebut Pamflet Hoaks dan Menjatuhkan Usahanya
Pemilik akun @cika_petshop berinisial A membantah terlibat dalam pamflet tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks. Dia mengaku kaget karena banyak orang tiba-tiba menghubungi nomor WhatsApp admin toko miliknya.
"Saya baru tahu hari ini karena ada yang chat di nomor WhatsApp admin toko, saya juga kurang tahu kenapa ada nomor saya di pamflet itu, lagi jualan tiba-tiba ada pamflet itu," kata A kepada IDN Times, Kamis (24/9/2026).
Dia menduga ada pihak yang sengaja membuat akun baru menyerupai miliknya, mencomot foto dari postingan tokonya, lalu menyebarkan pamflet tersebut. Toko A sendiri berlokasi di Barru, bukan di Makassar.
"Karena kalau akun saya pasti ada notifikasinya, tapi kata polisi akun yang bagikan followers-nya sedikit sedangkan saya banyak. Jadi dia buat akun baru menyerupai akun saya dengan comot foto di postingan kami, lalu sebar pamflet itu," jelasnya.
Puluhan Orang Hubungi Nomor Toko, Termasuk Ingin Mendaftar
A menyebut puluhan orang menghubungi nomor WhatsApp-nya untuk mendaftar ikut pawai, bahkan ada yang mengaku dari Malaysia. Sebagian pesan berisi makian yang membuat chat pesanan toko tenggelam.
Dia mencurigai pamflet ini sengaja disebar untuk menjatuhkan usahanya. "Iya ada sengaja mau jatuhkan usaha kami, karena google maps kami hilang, coba cari pasti tidak ada tapi sebelum hilang ada banyak ulasan buruk tentang toko kami jadi ada yang sengaja buat agar usaha kami jatuh," ungkapnya.
A mengaku telah diminta polisi untuk memberikan keterangan sebagai bagian dari penyelidikan. Polrestabes Makassar belum menyampaikan apakah kasus ini akan naik ke tahap penyidikan atau tidak.