Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi memastikan pengembangan komoditas garam di Kabupaten Jeneponto tidak lagi berhenti di tingkat produksi tradisional. Intervensi berupa teknologi membran, pendampingan, hingga koneksi ke industri pengolahan disiapkan untuk menaikkan nilai ekonomi garam lokal. Langkah ini menyasar langsung peningkatan kesejahteraan petani garam dan pelaku usaha di wilayah pesisir tersebut.
MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan komoditas garam asal Kabupaten Jeneponto akan mendapat suntikan teknologi dan pendampingan agar bernilai jual lebih tinggi. Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi meninjau langsung rumah industri garam serta program elektrifikasi bagi petani di Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, belum lama ini.
Fatmawati menilai potensi garam di daerah itu masih bisa ditingkatkan secara signifikan. Ia menyebutkan intervensi yang disiapkan meliputi penggunaan geomembran, pendampingan teknis, hingga jaminan keterserapan oleh sektor industri.
“Kalau sudah tersentuh dengan kita, kita kasih membran, geomembran, pendampingan, apalagi kalau sudah dikawal ada industrinya, saya yakin dan percaya bahwa itu bisa bernilai lebih lagi untuk peningkatan ekonomi,” jelasnya dalam keterangan resmi di Makassar, Minggu.
Kebijakan Ini Disiapkan untuk Petani Garam Jeneponto
Kebijakan ini menyasar langsung ribuan petani garam yang selama ini mengandalkan metode tradisional. Dengan peningkatan teknologi, produktivitas dan kualitas garam diharapkan naik, sehingga harga jual di tingkat petani ikut membaik.
Wagub menekankan bahwa pengembangan potensi lokal harus dilakukan secara terpadu. Menurutnya, manfaat ekonomi dari hilirisasi garam tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak, melainkan harus dirasakan lebih luas oleh masyarakat pesisir Jeneponto.
Respons Pemkab: Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan Usaha
Bupati Jeneponto Paris Yaris menyambut baik intervensi pemerintah provinsi. Ia mengakui daerahnya memiliki potensi garam yang besar namun belum dikelola secara optimal.
Untuk itu, pemerintah kabupaten memastikan pengembangan usaha tidak akan berhenti pada aktivitas produksi semata. Arah kebijakan kini difokuskan pada peningkatan kualitas produk, nilai tambah, dan keberlanjutan usaha bagi para petani.
Pelatihan Usaha Perempuan Juga Jadi Prioritas Wagub
Dalam kunjungan kerjanya ke Jeneponto, Fatmawati Rusdi juga menyempatkan diri menghadiri kegiatan pelatihan bagi pelaku usaha perempuan. Ia mendorong agar produk yang dihasilkan para pelaku UMKM perempuan semakin berdaya saing, baik di pasar lokal maupun regional.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat fondasi ekonomi keluarga dari sektor hilir. Dengan pendampingan berkelanjutan, diharapkan muncul lebih banyak wirausaha baru yang mandiri di Kabupaten Jeneponto.