SULAWESI SELATAN — Angka pertumbuhan itu disebut Prabowo dalam kapasitasnya sebagai pemimpin pemerintahan yang memantau kinerja badan pengelola investasi tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa laporan internal bukanlah acuan akhir penilaian kinerja kabinet.
"Dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, kurang lebih," kata Prabowo di Jakarta Theater, Jumat malam.
Target Minimal dan Standar Keberhasilan
Presiden memberi sinyal bahwa meskipun target idealnya adalah 400 persen, pertumbuhan di bawah angka tersebut tetap ia anggap sebagai progres yang patut dihitung. Ia menyebut ambang batas 200 hingga 300 persen masih masuk kategori lonjakan signifikan untuk skala operasional Danantara yang baru berjalan setahun.
"Kalau pun tidak 400 persen, 300 persen atau 200 persen, ini signifikan. Ini peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja," ujarnya.
Namun, Prabowo tidak merinci basis perhitungan yang digunakan dalam laporan tersebut. Ia juga belum membeberkan periode pembanding serta komponen pendapatan yang berkontribusi terhadap kenaikan itu.
Instruksi Audit dan Pengawasan Kinerja
Alih-alih menerima mentah-mentah data yang masuk, Prabowo justru menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sikap ini selaras dengan penekanannya bahwa seluruh capaian pemerintah harus diukur dari hasil nyata di lapangan, bukan sekadar dokumen administratif.
"Ini terus harus kita audit, harus kita cek," tegas Presiden.
Pernyataan tersebut muncul di tengah rangkaian evaluasi kinerja kabinet yang tengah berjalan. Prabowo mengingatkan bahwa masih ada waktu untuk memperbaiki berbagai sektor yang dinilai belum memenuhi kebutuhan masyarakat.
Capaian Lain yang Dikawal Ketat
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara turut memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah berjalan. Di sektor infrastruktur, pemerintah mengklaim telah mendekati penyelesaian pembangunan 2.500 jembatan di wilayah pedesaan.
Untuk pendidikan, target perbaikan sekolah ditetapkan bertahap: lebih dari 70.000 unit hingga akhir tahun berjalan, lalu meningkat menjadi 100.000 unit pada tahun berikutnya. Adapun sektor pangan dan pengelolaan energi juga disebut mulai menunjukkan hasil yang terukur.
Seluruh program tersebut, menurut Prabowo, tetap berada di bawah pengawasan ketat. Ia memastikan pemerintah tidak akan berhenti mengevaluasi hingga kebutuhan pokok masyarakat benar-benar terpenuhi.