MAKASSAR — Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar edukasi ASI eksklusif selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026, di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar. Sebanyak 300 peserta yang terdiri atas ibu hamil dan kader PKK dari perwakilan kecamatan se-Kota Makassar hadir dalam kegiatan bertema "Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Sudah Berjalan".
Program ini merupakan kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang berkolaborasi dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar. Materi yang disampaikan mencakup persiapan menyusui sejak masa kehamilan, teknik menyusui yang benar, hingga pemantauan kesehatan ibu dan anak.
Kader PKK Disiapkan Jadi Agen Edukasi di Lingkungan Masing-masing
Ketua Bidang IV TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Nurlina Subair, menegaskan bahwa keberhasilan program ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu menyusui. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, kader, hingga lingkungan sekitar menjadi faktor kunci yang tak kalah penting.
"Melalui kegiatan ini kami berharap para ibu hamil semakin percaya diri mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan. Kader PKK juga diharapkan dapat menjadi pendamping sekaligus penyampai informasi yang benar kepada masyarakat sehingga semakin banyak bayi mendapatkan haknya atas ASI eksklusif," ujar Nurlina saat menutup kegiatan, Rabu (6/8/2026).
Mengapa ASI Eksklusif Menjadi Kunci Penekan Angka Stunting?
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang juga Ketua AIMI Sulawesi Selatan, Indira Purnamasari, menyebut momentum Pekan Ibu Menyusui Dunia menjadi penguat komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan menyusui. Menurutnya, pemberian ASI sejak dini berkontribusi langsung pada penurunan risiko stunting dan peningkatan daya tahan tubuh bayi.
"Dengan memberikan ASI sejak dini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas," kata Indira.
Ia menambahkan bahwa ASI membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak sekaligus memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit sejak awal kehidupan.
Persiapan Menyusui Dimulai Sejak Masa Kehamilan
Narasumber AIMI Sulawesi Selatan yang juga Ketua AIMI Luwu Timur, Yuni Fitriyani Natsir, memaparkan materi SELAMI Menyusui. Panduan ini menekankan pentingnya membangun niat, pengetahuan, dan dukungan keluarga sebelum bayi lahir.
"Keberhasilan menyusui dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah bayi lahir. Ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar, membangun kepercayaan diri, dan melibatkan suami maupun keluarga sebagai sistem pendukung," jelas Yuni.
Peserta juga mendapat edukasi mengenai Inisiasi Menyusu Dini (IMD), teknik pelekatan yang benar, manajemen memerah dan menyimpan ASI bagi ibu bekerja, hingga cara mengatasi tantangan seperti puting lecet dan payudara bengkak. Yuni turut mengulas mitos dan fakta seputar menyusui serta peran ayah dalam mendukung keberhasilan menyusui.
Buku KIA Jadi Panduan Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak
Penyuluh Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nuraeni, memberikan materi tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut menjadi panduan utama bagi ibu hamil untuk memantau kondisi kesehatan sejak masa kehamilan hingga proses persalinan dan tumbuh kembang anak.
Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta diharapkan mampu membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya, sehingga semakin banyak bayi di Makassar mendapatkan haknya atas ASI eksklusif.