Pencarian

Rehabilitasi Intake Air Baku Labongko di Luwu Timur Resmi Dimulai, Anggaran Capai Rp24 Miliar untuk Atasi Krisis Pasokan Air ke IPA Burau

Jumat, 31 Juli 2026 • 23:37:31 WIB
Rehabilitasi Intake Air Baku Labongko di Luwu Timur Resmi Dimulai, Anggaran Capai Rp24 Miliar untuk Atasi Krisis Pasokan Air ke IPA Burau
Rehabilitasi Intake Air Baku Labongko di Luwu Timur resmi dimulai dengan anggaran Rp24 miliar untuk mengatasi krisis pasokan air ke IPA Burau.

LUWU TIMUR — Penantian panjang warga Kecamatan Burau untuk mendapatkan pasokan air bersih yang stabil akhirnya menemui titik terang. Proyek rehabilitasi Intake Labongko yang dikerjakan BBWS Pompengan Jeneberang ditargetkan menjadi pilar utama penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Luwu Timur.

Kerusakan pada bangunan intake utama ini bukan persoalan baru. Sejak 2018, struktur bangunan dan pintu pengambilan air telah mengalami kerusakan akibat terjangan banjir, hingga akhirnya bangunan tersebut hanyut diterjang banjir besar lima tahun berselang.

Intake Darurat Jadi Penyelamat Pasokan Air Selama 3 Tahun

Di tengah rusaknya infrastruktur milik BBWS tersebut, pelayanan air bersih kepada pelanggan Perumdam Waemami di Kecamatan Burau tidak pernah berhenti. Perumdam setempat bergerak cepat membangun intake darurat yang berlokasi sekitar 200 meter dari titik bangunan lama.

Langkah tanggap tersebut didukung penuh oleh BBWS Pompengan Jeneberang melalui peminjaman material berupa pipa 12 inci dan bronjong. Dengan memanfaatkan sistem gravitasi, aliran air baku tetap bisa dipertahankan selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Koordinasi Panjang Berbuah Anggaran Rehabilitasi Permanen

Meski pasokan air sempat tertolong, penanganan permanen tetap menjadi prioritas utama. Pengawalan intensif yang dilakukan Bupati Luwu Timur bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Perumdam Waemami ke pemerintah pusat akhirnya membuahkan hasil.

Upaya tersebut berhasil meloloskan alokasi anggaran rehabilitasi permanen pada tahun ini. Nilai proyek yang dianggarkan mencapai kurang lebih Rp24 miliar, sebuah angka yang dinilai sepadan untuk memulihkan fungsi vital infrastruktur air baku tersebut.

Optimisme Perumdam Waemami: Krisis Pasokan Air Segera Berakhir

Dimulainya proses konstruksi di lapangan disambut positif oleh manajemen Perumdam Waemami. Direktur Perumdam Waemami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai SDA serta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas realisasi proyek ini.

"Kejadian hilangnya intake Labongko sejak Februari 2023 menjadi tantangan tersendiri bagi operasional kami dalam menjaga kontinuitas pasokan air. Dengan dimulainya rehabilitasi oleh Balai SDA ini, kami sangat optimistis krisis pasokan air baku dapat segera teratasi," ungkap Direktur Perumdam Waemami.

Target Jangka Panjang: Keandalan SPAM untuk Kebutuhan Pelanggan

Rehabilitasi ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi seperti sedia kala. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem penyediaan air minum secara menyeluruh di Kabupaten Luwu Timur.

Dengan infrastruktur yang lebih kokoh, kapasitas pelayanan diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah pelanggan ke depan. Keberlanjutan penyediaan air bersih bagi kebutuhan primer masyarakat pun diyakini akan semakin terjamin dalam jangka panjang.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaraya.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks