SULAWESI SELATAN — Seorang bocah 13 tahun di Provinsi Ayutthaya, Thailand, mengalami luka serius pada tangannya setelah diserang ikan gabus raksasa atau toman. Serangan terjadi saat korban bermain di dekat gerombolan anak ikan di kawasan banjir yang tingginya melampaui satu meter. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Phra Nakhon Si Ayutthaya untuk perawatan.
Warga bernama Phanupong (47) menuturkan kejadian bermula ketika korban duduk di dekat jembatan kayu yang biasa digunakan warga melintasi kawasan banjir. Dari bawah jembatan, bocah itu melihat sekumpulan anak ikan gabus berenang dan mencoba menyentuhnya.
Ikan gabus dewasa yang diduga induk dari anak-anak ikan tersebut tiba-tiba menerjang dan menggigit lengan bocah itu hingga menimbulkan luka dalam dan pendarahan. Korban langsung berteriak memanggil ibunya, lalu ayahnya menghubungi layanan darurat 1669.
Petugas penyelamat dari Ruam Katanyu Foundation membawa korban ke Rumah Sakit Phra Nakhon Si Ayutthaya. Insiden ini dilaporkan Khaosod English pada Kamis (8/10/2026).
Mengapa Ikan Toman Menyerang Manusia
Kepala Dinas Perikanan Phra Nakhon Si Ayutthaya, Chonthicha Santipatanan, menjelaskan ikan gabus raksasa merupakan predator karnivora dengan naluri kuat melindungi keturunannya. Naluri itu memuncak saat ikan menjaga anak-anak yang baru menetas.
Induk ikan akan berenang mengelilingi gerombolan anaknya dan menyerang apa pun yang dianggap mengancam. Perilaku protektif inilah yang diduga memicu serangan terhadap bocah tersebut.
Ikan gabus raksasa atau Channa micropeltes, yang juga dikenal sebagai toman, merupakan anggota keluarga ikan gabus berukuran besar. Spesies ini hidup di perairan tawar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Beda Toman dan Ikan Gabus Biasa
Berbeda dengan ikan gabus biasa (Channa striata), toman memiliki tubuh lebih besar dan berperan sebagai predator yang memangsa ikan serta hewan air lain. Meski bukan hewan yang secara khusus memburu manusia, ikan ini bisa agresif ketika mempertahankan anaknya.
Otoritas perikanan Thailand mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati gerombolan anak ikan gabus raksasa, apalagi mencoba menyentuh atau bermain dengannya. Tindakan itu berpotensi memicu serangan induk ikan yang berenang di sekitarnya.