SELAYAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pusat gempa berada di laut, 111 km tenggara Kepulauan Selayar, dengan kedalaman 10 km.
Getaran gempa dirasakan warga di dua titik permukiman utama. Laporan BMKG menyebut guncangan terasa hingga Benteng, pusat kota Selayar, dan Jampea, Kepulauan Selayar.
Kapan dan di Mana Gempa Terjadi
Berdasarkan rilis BMKG, gempa terjadi pada Kamis (1/10) pukul 22.20 WITA. Titik pusat gempa berada di perairan, bukan di daratan, sehingga getaran yang sampai ke permukiman warga tergolong singkat.
Kedalaman 10 km menempatkan gempa ini dalam kategori dangkal. Gempa dangkal umumnya lebih terasa di permukaan dibanding gempa dengan kedalaman besar, meski magnitudonya relatif menengah.
Wilayah yang Merasakan Getaran
Dua kawasan yang dilaporkan merasakan guncangan adalah Benteng dan Jampea. Benteng merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Kabupaten Kepulauan Selayar, sementara Jampea berada di gugusan pulau bagian selatan.
Hingga rilis BMKG diterbitkan, belum ada laporan resmi soal kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Mengapa Gempa Laut Sering Terjadi di Perairan Selayar
Kepulauan Selayar terletak di kawasan perairan yang berhadapan langsung dengan zona pertemuan lempeng. Kondisi geologis itu membuat wilayah ini cukup sering mencatat aktivitas gempa, baik yang berpusat di darat maupun di laut.
Gempa dengan pusat di laut tetap perlu diwaspadai, terutama bila magnitudonya besar dan kedalamannya dangkal. BMKG biasanya merilis informasi susulan jika ada potensi tsunami atau gempa lanjutan.
Langkah Warga Pasca-Gempa
Warga yang merasakan getaran disarankan menjauhi bangunan retak dan tidak langsung masuk kembali ke rumah sebelum dipastikan aman. Periksa juga jalur evakuasi di lingkungan masing-masing.
Informasi resmi soal gempa Selayar ini dapat dipantau melalui kanal BMKG. Warga diharapkan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi soal dampak gempa di wilayah kepulauan tersebut.