MAKASSAR — Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menabuh gendang sebagai tanda dimulainya kick off dan Training of Trainers (ToT) Program Pelajar Sulsel Menabung Tahun 2026, Kamis (24/9/2026). Kegiatan mengusung tema "Menabung Sejak Dini, Membangun Masa Depan Negeri" dan menyasar pelajar SMA/sederajat di tiga kabupaten/kota.
Program ini diinisiasi LPS Kantor Perwakilan III yang membawahi Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, hingga stakeholder terkait.
Mengapa Menabung Disebut Investasi Karakter
Jufri Rahman menilai kebiasaan menabung bukan sekadar soal menyisihkan uang. Menurutnya, menabung mengajarkan pelajar soal pengendalian keinginan, penentuan prioritas, perencanaan masa depan, dan tanggung jawab mengelola keuangan pribadi.
"Menabung itu merancang masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi karakter," kata Jufri dalam sambutannya.
Ia berharap para guru yang menjadi pembina program dapat menjadi penggerak di sekolah masing-masing. Peran guru dinilai kunci untuk mempercepat penumbuhan kebiasaan menabung di lingkungan pendidikan.
"Mari kita jadikan menabung sebagai budaya. Jadikan sekolah menjadi ruang pertama anak belajar untuk mengelola masa depannya," ujarnya.
Literasi Keuangan Sulsel Baru 61,03 Persen, Inklusi Sudah 94,27 Persen
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua, Fuad Zaen, menyebut program ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Konsepnya berangkat dari Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Menabung yang selama ini dijalankan Pramuka.
"Dengan kolaborasi lintas lembaga dan instansi, LPS bersama OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta stakeholder terkait, untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar," ungkap Fuad.
Data yang dipaparkan Fuad menunjukkan inklusi keuangan di Sulsel pada 2026 telah mencapai 94,27 persen. Namun, literasi keuangan masih tertinggal di angka 61,03 persen. Selisih itu yang coba ditekan melalui program menabung bagi pelajar.
Kompetisi Menabung hingga Apresiasi bagi Pelajar Berprestasi
Rangkaian program akan diisi dengan kompetisi menabung antarpelajar. Panitia telah menyiapkan apresiasi bagi peserta yang memenuhi kategori penilaian yang ditetapkan.
Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan LJK OJK Sulselbar, Arif Machfoed, menyatakan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai program ini dapat membangun kebiasaan dan karakter pelajar dalam mengelola keuangan.
Dukungan serupa disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bayu Martanto. Menurutnya, program ini tidak hanya mengajarkan menyimpan uang, tetapi juga merencanakan keuangan secara lebih bijak.
Program berlangsung dua bulan dengan pembina sekolah sebagai penggerak utama. Pemerintah provinsi dan para pemangku kepentingan berharap kebiasaan menabung tidak berhenti saat program selesai, melainkan menjadi bagian dari budaya pengelolaan keuangan pelajar Sulsel.