MAKASSAR — Kultur warkop yang hangat dan tanpa sekat kini menjadi ciri khas baru dalam reses Senator DPD RI asal Sulawesi Selatan, Andi Abd. Waris Halid. Alih-alih menggelar forum formal yang kaku, pria yang akrab disapa AWH ini memilih duduk bersama warga, mendengar langsung persoalan mereka, dan berjanji membawanya ke meja kebijakan di Senayan.
Pendekatan ini mengingatkan pada tradisi politik di Amerika Serikat, seperti 99 County Tour milik Senator Chuck Grassley dari Iowa atau Constituent Coffee yang digagas Senator Paul Simon di Illinois. Namun, AWH menerjemahkannya ke dalam konteks lokal yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat Sulsel.
Bukan Sekadar Mencatat, Langsung Dieksekusi
Yang membedakan AWH dari politisi pada umumnya adalah tindak lanjutnya. Ketika menerima aduan warga Barru mengenai Pelabuhan Garongkong dan jalur kereta api, ia tidak berhenti pada catatan. Begitu tiba di Jakarta, ia langsung menghadirkan pejabat Kementerian Perhubungan RI untuk membahas optimalisasi pelabuhan tersebut.
Hal serupa dilakukan terkait persoalan energi. Sepulang dari pertemuan dengan warga di Sulsel, ia menyerukan agar Kementerian ESDM memperhatikan masalah kelistrikan di pedesaan dan wilayah pesisir.
“Saat sebagian daerah sudah menikmati pasokan listrik yang stabil, masih ada masyarakat di kepulauan yang harus hidup dengan keterbatasan energi. Ini menjadi persoalan keadilan pembangunan yang harus segera diselesaikan,” kata AWH dalam keterangannya, Jumat (29/8/2026).
Latar Belakang Sastra yang Membentuk Gaya Komunikasi
Gaya komunikasi yang cair ini tidak lepas dari latar belakang pendidikannya. Sebagai lulusan Ilmu Sastra & Budaya Universitas Hasanuddin, AWH memahami seni mendengarkan secara aktif. Ia membaca keresahan warga bukan sebagai angka statistik, tetapi sebagai realitas sosial yang harus dicarikan jalan keluar.
Peran barunya sebagai Wakil Ketua Komite II DPD RI semakin memperkuat posisinya. Komite yang membidangi pertanian, kelautan, energi, dan lingkungan ini menjadi garda depan dalam memastikan sektor-sektor vital dikelola demi kepentingan rakyat.
Mendefinisikan Ulang Politik Sulsel
Melalui tur keliling yang kerap disebut "Tour Warkop" ini, AWH tengah mendefinisikan ulang gaya berpolitik di Sulawesi Selatan. Ia membuktikan bahwa memperjuangkan daerah tidak harus selalu dengan pidato berapi-api atau wajah tegang di gedung parlemen.
Yang paling dibutuhkan warga adalah kehadiran figur yang mau duduk bersama, mendengarkan dengan santai, lalu mengeksekusi keluhan tersebut melalui jalur kebijakan formal. Sebuah oase baru bagi warga Sulsel yang ingin mengadu, tanpa harus melewati tembok birokrasi yang berbelit.