Pencarian

Wamen P2MI Dorong Program Migran Aman di Makassar, Targetkan Alumni Unhas Perluas Kerja Formal ke Luar Negeri

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:42:31 WIB
Wamen P2MI Dorong Program Migran Aman di Makassar, Targetkan Alumni Unhas Perluas Kerja Formal ke Luar Negeri
Wamen P2MI meninjau fasilitas Migrant Service Center di Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan Program Migran Aman menjadi kunci utama mencegah keberangkatan pekerja migran ilegal asal Sulawesi Selatan. Kebijakan ini ditekankan saat kunjungannya ke fasilitas Migrant Service Center (MSC) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Jumat. Pemerintah pun menggandeng jaringan alumni Unhas untuk menggeser penempatan pekerja dari sektor informal ke sektor formal.

MAKASSAR — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menyatakan penguatan sistem perlindungan menjadi prioritas utama dalam setiap proses migrasi tenaga kerja. Ia menegaskan orientasi program ini bukan hanya sekadar menempatkan warga di luar negeri, tetapi memastikan seluruh prosedur keberangkatan berjalan sesuai aturan.

“Program Migran Aman kita dorong agar pekerja tidak berangkat secara ilegal. Jadi, orientasinya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan di luar negeri, tetapi juga memastikan ada perlindungan bagi pekerja,” katanya di Makassar, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Dzulfikar saat meninjau langsung fasilitas Migrant Service Center (MSC) yang berlokasi di lingkungan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Keberadaan MSC dinilai strategis sebagai pusat layanan informasi dan konsultasi bagi calon pekerja migran, khususnya dari kalangan akademisi dan masyarakat Sulawesi Selatan.

Jaringan Alumni Unhas Jadi Ujung Tombak Sektor Formal

Dalam kunjungan tersebut, Dzulfikar menyoroti potensi besar jejaring alumni Unhas yang tersebar di berbagai wilayah, baik domestik maupun luar negeri. Ia menilai jaringan ini dapat menjadi instrumen efektif untuk memperluas penempatan tenaga kerja pada sektor formal yang lebih terlindungi.

“Jaringan alumni Unhas tersebar. Kami berharap alumni Unhas dapat ikut mendukung program Bapak Presiden yang ingin menggeser pekerja migran dari sektor informal ke sektor formal,” ujar Dzulfikar.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi merupakan bagian penting untuk mewujudkan target tersebut. Kehadiran Dzulfikar di Unhas didampingi langsung oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof Dr Amir Ilyas.

MSC Unhas Jadi Garda Depan Pencegahan Ilegal

Keberadaan Migrant Service Center di lingkungan kampus diharapkan mampu menjangkau calon pekerja migran lebih dekat. Layanan ini menjadi garda depan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya pemberangkatan non-prosedural serta memastikan setiap calon pekerja memahami hak-haknya.

Pemerintah terus mendorong agar seluruh proses migrasi berjalan transparan dan akuntabel. Dengan penguatan layanan seperti MSC, diharapkan angka pekerja migran ilegal dari Sulawesi Selatan dapat ditekan secara signifikan.

Fokus pada penempatan di sektor formal juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan dan keamanan pekerja migran Indonesia di negara tujuan. Hal ini sejalan dengan arahan presiden untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan luar negeri yang lebih bermartabat.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks