MAKASSAR — Kebakaran yang menghanguskan empat rumah di Jalan Paccerakkang Raya, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (20/8) malam menewaskan satu warga. Peristiwa itu juga memaksa belasan jiwa kehilangan tempat tinggal.
Korban tewas adalah Muh Yusran (50), seorang penyandang disabilitas yang berada di dalam rumah saat api mulai membesar. Sementara itu, warga lain bernama Asrianti (41) dilarikan ke Rumah Sakit Tajuddin Chalid karena mengalami sesak napas akibat menghirup asap.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Fadli Tahar menyatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penilaian pascakebakaran.
"BPBD Makassar bersama Pemadam Kebakaran turun langsung dan tim kami di BPBD fokus melakukan pendataan dan penilaian di lokasi kejadian untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah pendampingan dan pemberian bantuan," ujarnya, Jumat (21/8).
13 Armada Damkar Dikerahkan Padamkan Api
Proses pemadaman melibatkan 13 armada pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), BPBD Makassar, dan Polri dibantu oleh RT, RW, serta Camat Biringkanaya bekerja sama mengevakuasi warga dan menjinakkan si jago merah.
Api diduga berasal dari sambungan listrik atau konsleting sebelum akhirnya merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
12 Jiwa Terdampak, Seluruh Rumah Rusak Berat
BPBD Makassar mencatat sebanyak empat rumah dengan 12 orang jiwa terdampak dalam musibah ini. Seluruh bangunan yang terbakar mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dihuni lagi.
Fadli Tahar mengungkapkan bahwa timnya kini fokus pada pendampingan warga yang kehilangan tempat tinggal. Sejumlah kebutuhan mendesak telah didata untuk segera disalurkan kepada para korban.
Bantuan yang Dibutuhkan Warga Terdampak
BPBD Kota Makassar mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya terpal, family kit, first aid kit, baby kit, pakaian, selimut, sarung, dan tenda.
Warga yang ingin menyalurkan bantuan dapat berkoordinasi dengan BPBD Makassar atau perangkat kelurahan setempat untuk memastikan distribusi tepat sasaran.