Pencarian

Pemprov Sulsel Kerahkan 300 Pompa Air dan 100 Sumur Bor Selamatkan Sawah di 24 Kabupaten-Kota dari Kekeringan

Jumat, 14 Agustus 2026 • 21:42:01 WIB
Pemprov Sulsel Kerahkan 300 Pompa Air dan 100 Sumur Bor Selamatkan Sawah di 24 Kabupaten-Kota dari Kekeringan
Sebanyak 300 unit pompa air disalurkan untuk lahan sawah yang masih memiliki sumber air di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR — Ancaman gagal panen akibat kekeringan di Sulawesi Selatan direspons cepat oleh pemerintah provinsi. Tim dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel diterjunkan ke seluruh daerah terdampak untuk memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah puncak musim kemarau yang diperparah El Nino.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa intervensi ini merupakan prioritas untuk melindungi lahan persawahan petani. "Saat ini tim pertanian Provinsi bersama 24 kabupaten kota tengah melakukan giat secara serentak penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di semua daerah yang terdampak," kata Andi Sudirman, Selasa (11/8/2026).

Dua Strategi Utama: Pompa Air dan Sumur Bor

Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa tim di lapangan telah berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamat organisme pengganggu tanaman. Mereka bertugas menentukan lokasi prioritas penanganan secara tepat sasaran.

"Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan," ujar Bustanul.

Sebanyak 300 unit pompa air disalurkan ke wilayah yang masih memiliki potensi sumber air, sementara 100 titik sumur bor dibangun untuk lahan yang kering tanpa aliran air. Langkah ini diambil untuk memastikan tanaman padi yang masih produktif tetap mendapatkan pasokan air hingga masa panen.

Gangguan di Hulu Jadi Pemicu Kekeringan di Hilir

Bustanul mengungkapkan salah satu tantangan terbesar adalah kondisi jaringan irigasi teknis yang belum optimal. Gangguan pasokan air dari bagian hulu disebut berdampak signifikan pada lahan persawahan di bagian hilir, sehingga membutuhkan solusi jangka pendek dan panjang secara bersamaan.

Untuk jangka pendek, pompa air dan sumur bor menjadi andalan mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan. Sementara untuk jangka panjang, Pemprov Sulsel tengah mengerjakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam proyek multiyears.

"Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi," tambah Bustanul.

Bagaimana Eksekusi di Lapangan?

Tim gabungan tidak hanya bertugas memetakan lokasi, tetapi langsung melakukan eksekusi pemasangan pompa dan pengeboran sumur di titik-titik yang membutuhkan. "Hilirnya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor," cetusnya.

Dengan total 54.000 hektare sawah yang terganggu jaringan irigasinya, percepatan penanganan ini menjadi krusial. Jika terlambat, risiko puso atau gagal panen akan meluas dan mengancam ketahanan pangan di provinsi dengan lumbung padi utama di kawasan timur Indonesia tersebut.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ideatimes.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks