Pencarian

J&T Express dan Kementerian UMKM Pilih 5 Pelaku Usaha Sulsel Jadi Jawara Lokal, Dapat Modal Rp15 Juta dan Diskon Ongkir

Selasa, 11 Agustus 2026 • 22:58:02 WIB
J&T Express dan Kementerian UMKM Pilih 5 Pelaku Usaha Sulsel Jadi Jawara Lokal, Dapat Modal Rp15 Juta dan Diskon Ongkir
Lima pelaku UMKM Sulawesi Selatan menerima bantuan modal Rp15 juta dari program Jawara Lokal J&T Express dan Kementerian UMKM RI.

MAKASSAR — Lima pelaku UMKM di Sulawesi Selatan resmi masuk program Jawara Lokal yang digagas J&T Express bersama Kementerian UMKM RI. Mereka terpilih melalui kurasi ketat dari sekitar 200 kandidat yang melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM.

Setiap pelaku usaha terpilih mendapatkan bantuan pengembangan usaha senilai Rp15 juta, potongan ongkos kirim hingga 30 persen selama satu tahun, serta akses layanan VIP J&T Express. Pendampingan juga mencakup konsultasi kemasan produk dan promosi lewat aplikasi J&T Express.

Bukan Sekadar Diskon, Ada Pendampingan Operasional

Manager Public Affairs J&T Express, Adriansyah Halim, menyebut program ini merupakan bentuk perayaan 11 tahun perjalanan perusahaan di Indonesia. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada layanan pengiriman standar.

"Banyak pengusaha menggantungkan pendistribusian produknya pada jaringan kami. Lewat Jawara Lokal, kami tidak lagi hanya memberi layanan pengiriman standar, tetapi juga memberikan pendampingan operasional, akses VIP, serta membuka pintu pasar nasional yang lebih luas," ujar Adriansyah.

Sejak 2023, J&T Express memang telah membangun sejumlah program pemberdayaan UMKM. Jawara Lokal dirancang sebagai pendampingan yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pelaku usaha di tengah pergeseran pola perdagangan menuju digital.

Kementerian UMKM: Pemerintah Tak Bisa Sendirian

Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Ari Anindya Hartika, menegaskan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci mendorong UMKM naik kelas. Ia menyebut banyak produk daerah yang berkualitas tetapi terhambat distribusi dan efisiensi pengiriman.

"Kolaborasi antara pemerintah dan J&T Express ini menghadirkan jawaban nyata atas tantangan tersebut. Kami berharap model pendampingan seperti ini bisa mereplikasi keberhasilan usaha daerah ke tingkat nasional," katanya.

Kementerian UMKM juga mendorong pelaku usaha tidak hanya mengandalkan penjualan offline. Digitalisasi menjadi pintu penting untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk melalui pendampingan onboarding ke platform e-commerce, pembuatan landing page, penguatan legalitas, hingga business matching dengan calon pembeli.

Baru 10 Persen UMKM Sulsel yang Naik Kelas

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Presetia, mengungkapkan jumlah UMKM di daerahnya mencapai sekitar 1,087 juta unit usaha. Namun, lebih dari 90 persen di antaranya masih berstatus usaha mikro.

"Bukan hanya usaha UMKM saja yang di Sulawesi Selatan, tetapi tugas kami memastikan bagaimana wirausaha mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas," ujarnya.

Pemprov Sulsel mengoptimalkan PLUT sebagai pusat pendampingan. Konsultan disiapkan untuk membantu pelaku usaha dalam pengurusan legalitas, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), hak kekayaan intelektual, hingga sertifikasi halal. Tahun ini, Sulsel mendapat alokasi 150 sertifikasi halal reguler dan sekitar 5.000 kuota Self Declare.

"Dengan adanya J&T, kami tentu berterima kasih. Kami berharap yang menjadi Jawara ini tidak hanya masuk pasar domestik, tetapi ke depan bisa mendapatkan akses ekspor," kata Andi Eka.

Kriteria Seleksi: Potensi Tumbuh dan Butuh Perluasan Pasar

Seleksi Jawara Lokal menyasar pelaku UMKM yang dinilai potensial berkembang tetapi menghadapi kendala distribusi, pemasaran, pengemasan, legalitas, dan akses pasar. Sulawesi Selatan dipilih sebagai daerah pertama dari lima wilayah yang akan disasar dalam rangkaian program ini.

Selain pendanaan dan diskon pengiriman, para Jawara Lokal juga mendapat pendampingan dari konsultan PLUT KUMKM. Dukungan itu diharapkan mampu mendorong produk lokal Sulsel menembus pasar nasional, sejalan dengan program pemerintah yang tengah mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG).

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediawarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks