SULAWESI SELATAN — Status darurat karhutla resmi berlaku di Kalimantan Barat setelah kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya terus memburuk. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikel halus (PM2.5) di kota ini telah melampaui ambang batas normal, menjadikan kabut asap bukan lagi sekadar gangguan visual, melainkan ancaman kesehatan masyarakat yang nyata.
Dinas Kesehatan setempat mencatat peningkatan signifikan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA di sejumlah puskesmas dan rumah sakit. Lonjakan ini terjadi seiring intensitas kabut asap yang tak kunjung reda, terutama pada pagi dan malam hari ketika suhu turun dan partikel asap terperangkap di lapisan udara dekat permukaan tanah.
Lonjakan Pasien ISPA dan Beban Fasilitas Kesehatan
Data sementara menunjukkan tren kenaikan kasus ISPA hingga puluhan persen dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, serta pekerja luar ruangan yang tidak bisa menghindari paparan udara kotor.
Rumah sakit rujukan mulai menyiapkan ruang isolasi tambahan dan mengoptimalkan stok obat-obatan serta tabung oksigen. Petugas kesehatan juga diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk melakukan skrining awal terhadap murid yang menunjukkan gejala batuk dan sesak napas.
Penyebab Karhutla dan Titik Panas yang Masih Menyala
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar melaporkan puluhan titik panas (hotspot) terdeteksi melalui citra satelit, tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Sebagian besar titik api berasal dari lahan gambut yang sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan tanah.
Kebakaran ini dipicu oleh kombinasi musim kemarau panjang dan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Meski larangan tegas telah dikeluarkan pemerintah pusat, praktik ilegal ini masih terjadi di lapangan, sering kali dilakukan pada malam hari untuk menghindari patroli petugas.
Upaya Pemadaman dan Penegakan Hukum
Pemerintah provinsi bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni telah mengerahkan helikopter water bombing dan personel darat untuk menjinakkan api. Fokus pemadaman diarahkan pada lahan gambut dalam yang berpotensi menghasilkan asap tebal dalam waktu lama.
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat turut meningkatkan patroli dan penyelidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengusut dugaan pembakaran lahan yang disengaja. Pelaku pembakaran hutan terancam hukuman berat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Imbauan dan Dampak bagi Aktivitas Warga
Pemerintah kota telah mengeluarkan imbauan resmi agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Sekolah-sekolah diinstruksikan membatasi kegiatan belajar mengajar di lapangan terbuka dan memindahkan jam olahraga ke dalam ruangan.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker N95 atau masker berlapis kain disarankan secara ketat. Pemerintah juga mendistribusikan ribuan masker gratis di terminal, pasar tradisional, dan kawasan permukiman padat penduduk.
Operasional Bandara Internasional Supadio sempat terganggu akibat jarak pandang yang berkurang drastis. Beberapa penerbangan mengalami penundaan demi keselamatan penerbangan, meskipun hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan pembatalan total penerbangan.
Status darurat ini akan terus dievaluasi secara berkala. Jika kualitas udara membaik dan titik api berhasil dipadamkan dalam beberapa hari ke depan, status dapat diturunkan. Namun, jika musim kemarau masih berlanjut, pemerintah menyatakan kesiapan untuk memperpanjang masa tanggap darurat.