Pencarian

Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp214 Triliun, Kredit Tumbuh 5,27 Persen Hingga Juni 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 • 15:44:01 WIB
Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp214 Triliun, Kredit Tumbuh 5,27 Persen Hingga Juni 2026
Aset perbankan Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp214 triliun hingga Juni 2026, dengan pertumbuhan kredit 5,27 persen secara tahunan.

MAKASSAR — Industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan masih menunjukkan ketahanan. Hingga posisi Juni 2026, OJK Sulselbar mencatatkan pertumbuhan positif pada tiga indikator utama perbankan: aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK).

Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, menyebut kinerja ini menandakan sektor perbankan di daerah itu berada dalam kondisi sehat. Fungsi intermediasi berjalan agresif, namun risiko kredit tetap terjaga.

Kredit Tembus Rp176,3 Triliun, LDR di Level 117,71 Persen

Penyaluran kredit perbankan di Sulsel mencapai Rp176,30 triliun hingga Juni 2026. Angka ini tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp167,47 triliun.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 117,71 persen. Angka ini relatif tinggi, menunjukkan perbankan gencar membiayai dunia usaha dan masyarakat.

"Di sisi kinerja intermediasi relatif cukup tinggi dengan LDR sebesar 117,71 persen, namun tetap didukung kualitas kredit yang terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,70 persen," jelas Muchlasin dalam Media Briefing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin.

Simpanan Masyarakat Tumbuh 5,71 Persen

Dari sisi penghimpunan dana, DPK perbankan di Sulsel juga mencatatkan pertumbuhan. Nilainya meningkat dari Rp141,69 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp149,77 triliun pada Juni 2026, atau tumbuh 5,71 persen secara tahunan.

"Di Juni 2025 penghimpunan dana masyarakat Sulsel di perbankan itu sebesar Rp141,69 triliun. Sedangkan di periode saat ini itu tembus Rp149,77 triliun," ujarnya.

Pertumbuhan DPK ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan masih kuat. Masyarakat Sulsel masih memilih bank sebagai tempat menyimpan dana di tengah ketidakpastian ekonomi.

Modal Kuat untuk Biayai Sektor Produktif

Muchlasin menambahkan, dengan capaian ini industri perbankan Sulawesi Selatan memiliki modal yang kuat untuk terus menyalurkan kredit secara agresif. Namun, tetap menjaga risiko kredit pada level yang terkendali.

“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pembiayaan bagi sektor produktif dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan,” harap Muchlasin.

Pertumbuhan kredit yang berkelanjutan menjadi sinyal positif bagi perputaran roda ekonomi di Sulsel. Pembiayaan ke sektor usaha diharapkan mampu menopang aktivitas produksi dan perdagangan di daerah tersebut.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: republiknews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks