BONE — Keterlibatan mahasiswa Polbangtan Gowa dalam pendampingan ini merupakan bagian dari instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menekankan bahwa pembangunan pertanian modern harus ditopang sumber daya manusia yang menguasai inovasi teknologi.
"Pemanfaatan teknologi pertanian harus terus diperkuat agar mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," tegas Mentan Amran dalam keterangannya.
Metode PM-AAS: Dari Drum Seeder hingga Efisiensi Biaya
Metode PM-AAS yang diterapkan mahasiswa ini fokus pada mekanisasi pertanian. Salah satu alat yang digunakan adalah drum seeder untuk proses penanaman serentak.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman yang turut menanam bersama mahasiswa optimistis metode ini bisa menekan biaya produksi. Ia menyebut lahan Oplah tahun 2024 di wilayahnya berhasil meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 200 menjadi 300.
"Program PM-AAS ini modern, canggih, dan efisien dari segi biaya. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan produksi padi di Kabupaten Bone. Kami berharap Bone dapat meraih posisi tiga besar sebagai lumbung pangan nasional," ujar Andi Asman.
Brigade Pangan La Tenrilawa Jadi Percontohan
Kecamatan Ajangale menjadi salah satu lokasi utama penerapan program ini. Lahan di sana dikelola oleh Brigade Pangan La Tenrilawa yang menjadi percontohan bagi daerah lain.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa transformasi pertanian membutuhkan generasi muda yang adaptif. Penerapan PM-AAS disebutnya sebagai pijakan strategis menuju pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pendidikan Vokasi: Learning by Doing di Lapangan
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian memperkuat pembelajaran berbasis praktik. Kolaborasi industri dan penguasaan teknologi modern menjadi bekal utama bagi mahasiswa.
"Lulusan pendidikan vokasi harus mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan siap mendukung percepatan program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk PM-AAS demi terwujudnya swasembada pangan nasional," ujar Muhammad Amin.
Keterlibatan mahasiswa Polbangtan Gowa di Bone membuktikan bahwa pendidikan vokasi tak hanya berhenti di ruang kelas. Mereka langsung mengoperasikan alat mekanisasi pertanian di tengah masyarakat, sekaligus mendorong target swasembada pangan nasional.