Pencarian

Gammara Hotel Makassar Ajak 30 Siswa SLB Katolik Rajawali Belajar Langsung Jadi Resepsionis dan Staf Hotel

Sabtu, 25 Juli 2026 • 11:20:01 WIB
Gammara Hotel Makassar Ajak 30 Siswa SLB Katolik Rajawali Belajar Langsung Jadi Resepsionis dan Staf Hotel

MAKASSAR — Tiga puluh siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Katolik Rajawali Makassar bergantian menyambut tamu di lobi Gammara Hotel Makassar, mempraktikkan cara check-in, dan menunjukkan ruang kamar kepada pengunjung. Aktivitas itu bukan simulasi biasa, melainkan bagian dari program Harmony Culture yang dirancang khusus agar anak-anak disabilitas intelektual merasakan langsung dunia hospitality.

Belajar Jadi Resepsionis hingga Pelayan Restoran

Dalam kegiatan yang berlangsung pekan lalu itu, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah departemen hotel, mulai dari front office, food & beverage, hingga housekeeping. Setiap anak didampingi staf hotel yang sudah dilatih untuk berkomunikasi dengan pendekatan ramah dan sabar.

“Mereka diajarkan cara menyapa tamu, menata meja makan, dan merapikan kamar. Tujuannya agar anak-anak percaya diri dan punya gambaran nyata soal pekerjaan di hotel,” kata General Manager Gammara Hotel Makassar, A Rizki Amanah Ras, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (24/7).

Mengapa Program Ini Digelar?

Gammara Hotel Makassar sengaja mengangkat tema “Beda Itu Istimewa, Bersama Kita Hebat” untuk menegaskan komitmen inklusi. Menurut Rizki, dunia perhotelan selama ini identik dengan standar pelayanan ketat, tapi rumah sakit dan lembaga pendidikan justru membuka peluang untuk keberagaman.

“Hospitality sejatinya bukan hanya tentang memberikan pelayanan terbaik kepada tamu, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai setiap individu tanpa memandang perbedaan,” ujar Rizki.

Kolaborasi dengan SLB Katolik Rajawali bukan yang pertama. Hotel ini secara rutin mengundang komunitas disabilitas untuk pelatihan. Kali ini rangkaian kegiatan juga melibatkan pengenalan nilai budaya Bugis-Makassar yang menjadi identitas hotel.

Nilai Sipakatau dan Sipakalebbi Jadi Landasan

Dua nilai lokal—sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakalebbi (saling menghargai)—dijadikan fondasi interaksi selama program. Staf hotel tidak hanya mengajari keterampilan teknis, tetapi juga membangun hubungan hangat dan penuh empati.

Rizki menambahkan, “Melalui Harmony Culture, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan menunjukkan bahwa dunia hospitality terbuka untuk semua.”

Apa yang Diharapkan ke Depan?

Pihak hotel berharap program ini bisa menginspirasi pelaku usaha lain untuk menciptakan ruang inklusif. Saat ini baru satu hotel di Makassar yang secara khusus merancang program pelatihan bagi disabilitas intelektual, meskipun potensi tenaga kerja dari kelompok ini cukup besar.

“Setiap anak memiliki keunikan dan potensi luar biasa. Ketika diberikan kesempatan dan lingkungan yang mendukung, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tutup Rizki.

Bagikan
Sumber: kabarmakassar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks