Pencarian

Film "Akal Imitasi" Produksi Makassar Tayang 17 September 2026, Angkat Kesenjangan AI di Sekolah yang Mengancam Cara Anak Belajar

Kamis, 03 September 2026 • 20:07:01 WIB
Film
Film "Akal Imitasi" produksi Makassar yang mengangkat kesenjangan akses kecerdasan buatan di sekolah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

MAKASSAR — Sebuah film yang mengangkat persoalan mendasar tentang peran kecerdasan buatan dalam pendidikan anak-anak akan segera hadir di layar lebar. "Akal Imitasi", produksi yang dimulai di Kota Makassar pada April 2026, membawa penonton ke tahun 2029, ketika teknologi AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembelajaran di sekolah.

Film dengan durasi sekitar satu jam 38 menit ini tidak sekadar bercerita tentang kecanggihan teknologi. Ia justru meletakkan pertanyaan kritis di tengah hiruk-pikuk adopsi AI yang kian masif di Indonesia: apakah anak yang selalu mendapatkan jawaban dari mesin benar-benar sedang belajar?

Cerita Ika dan Ketimpangan Akses Teknologi

Kisah berpusat pada Ika, siswi cerdas dari keluarga sederhana yang bersekolah di SD Cendekia Bangsa. Di sekolah itu, sistem pembelajaran telah menggunakan teknologi AI bernama PIKO. Alih-alih menciptakan pendidikan yang semakin setara, kehadiran teknologi ini justru memunculkan persoalan baru.

Akses terhadap teknologi yang tidak merata membuat sebagian siswa memiliki keunggulan lebih besar dibandingkan siswa lainnya. Kondisi ini menjadi cermin dari kesenjangan digital yang nyata terjadi di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan.

Dalam situasi sulit itu, Ika bertemu dengan Rafi di sebuah tempat misterius bernama BLOX HUB. Pertemuan tersebut perlahan mengubah cara pandang Ika tentang belajar, kecerdasan, dan teknologi. Konflik kemudian memuncak ketika keberadaan Rafi membuat sebuah perusahaan teknologi mulai memburunya.

Bukan Sekadar Kisah Mesin Masa Depan

Berbeda dari film bertema teknologi pada umumnya, "Akal Imitasi" justru berfokus pada apa yang hilang dari diri manusia ketika kemudahan teknologi mengambil alih proses berpikir. Film ini menawarkan refleksi tentang nilai-nilai kemanusiaan yang sulit digantikan oleh mesin: cara manusia berpikir, merasakan, belajar, dan membangun hubungan dengan sesamanya.

Isu yang diangkat terasa relevan dengan kondisi saat ini, di mana AI sudah mulai digunakan dalam berbagai aktivitas harian, termasuk membantu proses belajar dan mencari informasi. Film ini hadir di tengah perdebatan publik mengenai batas penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Melibatkan Aktor Nasional dengan Latar Makassar

Produksi "Akal Imitasi" mencatatkan keterkaitan kuat dengan Sulawesi Selatan. Proses pengambilan gambar dimulai di Kota Makassar pada April 2026, melibatkan sejumlah aktor nasional. Tika Bravani berperan sebagai guru Lilis, sementara Teuku Rifnu Wikana memerankan kepala sekolah Damar.

Dengan latar pendidikan dan perkembangan AI, film arahan Zhaddam A. Nurdin ini mencoba membawa isu teknologi ke dalam persoalan yang dekat dengan kehidupan anak-anak di Indonesia, sekaligus menempatkan Makassar sebagai bagian dari peta industri perfilman nasional.

"Akal Imitasi" dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kitasulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks