MAKASSAR — Ribuan warga dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Makassar menggelar Salat Istisqa berjemaah di halaman timur Masjid Al-Markaz Al-Islami. Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., bertindak sebagai khatib, sementara imam salat dipimpin Rektor UIM Al Gazali Makassar, Drs. KH. Hasan Basri Ahmad.
Kegiatan ini merupakan respons atas kondisi kemarau panjang yang kian dirasakan warga. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyebut situasi kekeringan yang berlangsung cukup lama telah mendorong pemkot menetapkan langkah penanganan dalam status kedaruratan.
Instruksi Kedaruratan Kekeringan Telah Ditetapkan Pemkot
Appi menegaskan bahwa kondisi kekeringan di Kota Makassar saat ini sudah masuk kategori darurat yang membutuhkan penanganan serius. "Karena keadaan Kota Makassar hari ini juga sudah mengeluarkan instruksi bahwa ini adalah merupakan kondisi kedaruratan yang harus kita tempuh," ujarnya di hadapan jemaah, Sabtu (05/09).
Dalam sambutannya, Appi menyebut pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk manifestasi penghambaan sekaligus upaya memohon pertolongan Allah SWT. "Hari ini kita hadir bersama-sama di halaman Masjid Al-Markaz ini untuk memohon, meminta kepada Tuhan yang Maha Kuasa untuk menurunkan hujan," tuturnya.
BMKG Prediksi Hujan Turun Akhir Oktober
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan baru akan mengguyur Makassar pada akhir Oktober. Namun, Appi menegaskan bahwa prakiraan tersebut tetap berada dalam ketentuan Tuhan.
"BMKG mengatakan bahwa hujan akan turun di akhir Oktober, ini prakiraan, semua ada yang atur," katanya. Di tengah ketidakpastian tersebut, ia mengajak masyarakat memperbanyak doa dan memohon agar hujan segera turun.
1.000 Jemaah Hadir, Salat Akan Diulang Jika Hujan Tak Kunjung Turun
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Syarief, menyebutkan jumlah jemaah yang hadir mencapai sekitar 1.000 orang. Mereka terdiri atas pengurus masjid, ketua RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), imam masjid, serta pekerja keagamaan.
Menurut Syarief, Salat Istisqa bukan sekadar ritual meminta hujan, melainkan momentum introspeksi dan permohonan ampun atas dosa-dosa yang diperbuat. "Ini juga untuk mengingatkan masyarakat Kota Makassar lainnya untuk senantiasa mengharap pengampunan dari Allah SWT sehingga keberkahan turun di Makassar ini nantinya," jelasnya.
Ia menambahkan, Salat Istisqa akan kembali digelar apabila hujan belum juga turun dalam waktu dekat. "Iya kita akan lakukan lagi insyaallah, tapi semoga hujan segera turun ini bentuk ikhtiar kita dalam menghadapi El Nino," tukasnya.
Muspida dan Tokoh Masyarakat Turut Hadir
Pantauan di lokasi, kegiatan ini turut dihadiri Ketua PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng periode 2025–2030 Ir. Selle K.S. Dalle, serta Ketua Harian Yayasan Islamic Center Al-Markaz Prof. Mustari Mustafa. Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Hendra Hakamudin dan Kepala Damkarmat Fadli Wellang juga tampak hadir dalam salat berjemaah tersebut.
Salat Istisqa sendiri merupakan salah satu upaya non-struktural yang dilakukan pemkot di tengah ancaman kekeringan. Langkah ini berjalan paralel dengan upaya struktural seperti distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.