Pencarian

40 Jurnalis Sulsel dan Sultra Ikuti Upskilling Media PT Vale di Sorowako, Pelajari Liputan Investigasi

Kamis, 30 Juli 2026 • 11:20:01 WIB
40 Jurnalis Sulsel dan Sultra Ikuti Upskilling Media PT Vale di Sorowako, Pelajari Liputan Investigasi
Empat puluh jurnalis dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas liputan investigasi yang digelar PT Vale Indonesia bersama Tempo Institute di Sorowako.

MAKASSAR — Sebanyak 40 jurnalis dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar PT Vale Indonesia bersama Tempo Institute di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26-28 Juli 2026, ini merupakan program tahunan ketiga yang digelar perusahaan tambang nikel tersebut.

Media Mitra Strategis Bangun Kepercayaan Publik

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menegaskan bahwa media memiliki peran vital sebagai mitra perusahaan dalam menghadirkan informasi yang independen dan profesional.

"Kami percaya kepemimpinan yang bertanggung jawab harus ditopang oleh keterbukaan informasi, sementara integritas diwujudkan melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta. Karena itu, media merupakan mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik," ujar Yusri dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Kamis.

Fokus pada Liputan Investigasi

Redaktur Pelaksana Tempo, Raymundus Rikang, mengapresiasi langkah PT Vale yang dinilainya jarang dilakukan perusahaan lain. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting bagi wartawan untuk meningkatkan kemampuan, khususnya dalam liputan investigasi.

"Tidak banyak perusahaan yang terbuka untuk mendukung peningkatan kompetensi investigasi bagi wartawan," ungkap Raymundus.

Proyek Hilirisasi Nikel Capai 50,5 Persen

Dalam sesi site visit, peserta diajak melihat langsung perkembangan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako Limonite (Sorlim). Senior Manager Construction IGP Sorlim PT Vale Indonesia, Ridwan Banda, menjelaskan bahwa proyek ini mengintegrasikan pengembangan tambang limonit dengan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).

Progres konstruksi tambang telah mencapai 50,5 persen dan ditargetkan rampung pada kuartal II 2027. Sementara itu, pembangunan fasilitas HPAL telah mencapai 19,3 persen dengan target penyelesaian pada kuartal IV 2027.

"Melalui proyek ini, bijih nikel kadar rendah dengan rata-rata sekitar 1,14 persen Ni akan diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung kebutuhan bahan baku industri kendaraan listrik dan transisi energi," papar Ridwan.

Komitmen Keberlanjutan dan Manfaat Sosial

Selain pemaparan proyek, peserta juga memperoleh gambaran mengenai komitmen PT Vale dalam memastikan proyek berjalan selaras dengan upaya menciptakan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Yusri berharap pengalaman ini dapat memperkaya perspektif jurnalis dalam menyampaikan informasi secara objektif dan bertanggung jawab kepada publik.

Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks