MAKASSAR — Wisuda Periode Oktober 2026 Unhas berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama digelar Senin (26/10) dengan 726 wisudawan, sesi kedua Selasa (27/10) diikuti 881 orang. Dari total 1.607 lulusan, 978 orang atau 60,86 persen adalah perempuan, sedangkan 629 orang atau 39,14 persen laki-laki.
Tiga Tantangan yang Harus Dihadapi Lulusan
Dalam pidatonya, Prof. JJ menyoroti tiga persoalan yang menanti para wisudawan begitu meninggalkan kampus: derasnya misinformasi, kebutuhan menjaga hubungan sosial, dan ketidakpastian masa depan. Menurutnya, kemampuan memilah informasi menjadi bekal pertama yang harus dimiliki lulusan.
Data dan cara berpikir kritis disebutnya sebagai dasar pengambilan keputusan di tengah banjir informasi. Perubahan kebutuhan dunia kerja juga menuntut kemauan terus belajar dan menyesuaikan diri.
Riset Oxford hingga Wageningen Jadi Contoh
Prof. JJ mencontohkan peran riset Wageningen University dalam mendukung sektor pertanian Belanda. Ia juga menyebut pengembangan vaksin COVID-19 oleh University of Oxford bersama AstraZeneca yang menjangkau berbagai negara.
"Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat berkontribusi terhadap kebutuhan publik dalam skala luas. Ilmu pengetahuan paling bernilai ketika digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata," jelas Prof. JJ.
Maggot hingga Kompos: Inovasi Unhas di Indonesia Timur
Di kawasan timur Indonesia, Unhas terus berkontribusi lewat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Salah satu yang dikembangkan adalah fasilitas pengolahan sampah organik berbasis maggot di lingkungan kampus melalui kerja sama Indonesia–Inggris.
Pengolahan memanfaatkan larva lalat tentara hitam untuk mengurai sampah organik. Larva itu kemudian dapat dipakai sebagai bahan pakan ternak, sementara sisa pengolahannya berpotensi menjadi kompos.
Pendekatan tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah sekaligus menghadirkan nilai ekonomi dan ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Unhas ingin memperluas model serupa melalui riset dan inovasi lintas disiplin.
Ijazah Hanya Awal, Karya yang Menentukan
Prof. JJ mengingatkan bahwa perjalanan setelah wisuda tidak selalu mulus. Kesulitan memperoleh pekerjaan atau menemukan bidang kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan disebutnya sebagai bagian dari tantangan yang mungkin dihadapi.
"Perjalanan setelah wisuda tidak selalu berlangsung sesuai rencana. Kesulitan memperoleh pekerjaan atau menemukan bidang kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan merupakan bagian dari tantangan yang mungkin dihadapi. Karena itu, ketekunan, integritas, dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan perlu menyertai setiap langkah lulusan dalam membangun karier," tambah Prof. JJ.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Ijazah yang diterima merupakan awal, sedangkan pengakuan sesungguhnya datang dari karya yang dihasilkan melalui proses panjang dan tekun.
Alumni juga diharapkan menjadi penghubung antara kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Perguruan tinggi dituntut menghasilkan pengetahuan yang bisa diterapkan dan memberi manfaat terukur bagi lingkungan sekitarnya.