Pencarian

Laba Bank Jago (ARTO) Naik 50% Jadi Rp298 Miliar per September 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 • 12:36:31 WIB
Laba Bank Jago (ARTO) Naik 50% Jadi Rp298 Miliar per September 2026
Laba bersih Bank Jago naik 50% menjadi Rp298 miliar per September 2026.

SULAWESI SELATAN — PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat laba bersih setelah pajak Rp298 miliar hingga September 2026, naik 50% dari Rp199 miliar pada periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ditopang kenaikan penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan total aset perseroan.

Bank Jago menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan total aset Rp42,1 triliun, naik 22% dibandingkan Rp34,5 triliun pada September 2025. Kenaikan aset berjalan seiring ekspansi kredit yang tumbuh dua digit.

Kredit Tumbuh 19% Jadi Rp27,9 Triliun

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp27,9 triliun per September 2026. Nilai itu tumbuh 19% secara tahunan dibandingkan Rp23,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto Bank Jago tercatat 0,9%, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional.

Fokus Jaga Kualitas Pertumbuhan

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menyatakan perseroan tidak mengejar pertumbuhan volume semata. Menurutnya, kualitas bisnis di sisi pendanaan maupun kredit menjadi prioritas untuk memperkuat fundamental perusahaan.

"Perseroan berfokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis, baik dalam penghimpunan dana maupun penyaluran kredit, untuk memperkuat fundamental perusahaan," ujar Arief dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan publikasi kinerja kuartal III 2026. Bank Jago belum merinci komposisi DPK dan rasio likuiditas dalam keterangan tersebut.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham ARTO

Laba Rp298 miliar setara pertumbuhan 50% year-on-year, salah satu laju tertinggi di antara bank digital yang sudah melantai di bursa. Dengan aset Rp42,1 triliun, skala Bank Jago masih jauh di bawah bank konvensional besar, tetapi pertumbuhannya konsisten.

Bagi investor, dua indikator perlu dicermati ke depan: kemampuan menjaga NPL bruto di bawah 1% saat kredit terus diekspansi, dan laju pertumbuhan DPK sebagai sumber pendanaan murah. Kualitas aset yang stabil biasanya menjadi sinyal positif bagi valuasi saham bank digital.

Bank Jago belum mempublikasikan proyeksi laba penuh tahun 2026 dalam keterangan resmi tersebut.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks