MAKASSAR — Fauziah Zulfitri, yang akrab disapa Kak Ochy, menegaskan bahwa pemilihan ketua organisasi bukan alasan untuk memutus hubungan baik antarsesama alumni. Perempuan yang berprofesi sebagai Leadership Coach dan Executive Mentor itu menilai kontestasi seharusnya menjadi ruang mempertemukan gagasan, bukan memecah belah.
Menurutnya, semangat kekeluargaan dan tanggung jawab bersama terhadap almamater harus tetap menjadi prioritas, terlepas dari hasil pemilihan nanti.
"Bagi saya, pemilihan ketua adalah bagian dari proses organisasi. Kita boleh memiliki pilihan, pandangan, dan harapan yang berbeda. Tetapi setelah proses ini selesai, kita tetap alumni Universitas Indonesia yang memiliki rumah dan tanggung jawab bersama. Persaudaraan kita tentu jauh lebih panjang daripada sebuah kontestasi," ungkapnya.
Muswil I ILUNI UI Sulsel Diharapkan Jadi Titik Awal Kolaborasi
Fauziah berharap Musyawarah Wilayah I ILUNI UI Sulawesi Selatan tidak sekadar menjadi momentum memilih pemimpin. Ia ingin forum itu menjadi titik awal memperkuat hubungan antanalumni dan memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat luas.
Harapan tersebut muncul di tengah proses demokrasi internal yang dinilainya wajar menghadirkan perbedaan pandangan. Bagi Fauziah, yang terpenting adalah bagaimana seluruh alumni tetap menjaga ikatan yang sudah terbangun lama.
Dua Dekade Pengalaman Korporasi Jadi Modal Kepemimpinan
Kak Ochy memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di dunia korporasi, baik di perusahaan nasional maupun multinasional. Ia juga berkiprah sebagai profesional, pengusaha, serta dikenal sebagai Leadership Coach dan Executive Mentor.
Pada 2016, ia mendirikan Insight Indonesia di Makassar. Pengalamannya mengembangkan organisasi, mengelola sumber daya manusia, dan mendampingi para pemimpin serta pelaku usaha membentuk pandangannya soal kepemimpinan yang mengedepankan empati, ketegasan, dan profesionalisme.
Menurut Kak Ochy, pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan. Ia juga harus bersedia mendengarkan, memahami perbedaan, dan memastikan setiap amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Kehangatan tidak berarti kehilangan ketegasan. Kita bisa berbeda pendapat dengan tetap saling menghormati. Kita bisa bekerja dengan standar yang tinggi tanpa kehilangan empati. Justru di situlah kematangan kepemimpinan diuji," ujarnya.
Ajakan Menjaga Persaudaraan Sebelum Pemilihan Digelar
Sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam pemilihan Ketua ILUNI UI Sulawesi Selatan, Fauziah menegaskan bahwa kontestasi organisasi seharusnya menjadi ruang mempertemukan gagasan. Ia tidak ingin proses pemilihan justru merusak hubungan baik yang sudah terbangun di antara para alumni.
Pesan itu disampaikannya menjelang Muswil I yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026. Fauziah berharap seluruh alumni UI di Sulawesi Selatan tetap solid dan berkontribusi bagi masyarakat, apa pun hasil pemilihan nanti.