Pencarian

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Dorong Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah di Forum PBB Jenewa

Selasa, 13 Oktober 2026 • 12:32:02 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Dorong Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah di Forum PBB Jenewa
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan usulan pendidikan lalu lintas masuk kurikulum sekolah pada sesi urban mobility United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa.

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membawa usulan konkret ke panggung internasional: keselamatan berlalu lintas perlu diajarkan di sekolah, bukan hanya dijaga lewat razia dan rambu. Gagasan itu ia sampaikan di hadapan para pemimpin kota dari berbagai negara dalam sesi urban mobility United Nations Forum of Mayors 2026.

Munafri menilai pendekatan penegakan hukum dan pembangunan jalan tidak akan cukup menekan angka kecelakaan tanpa perubahan perilaku pengguna jalan. Karena itu, ia menyebut edukasi sejak dini sebagai kunci membentuk kebiasaan berkendara yang aman.

Berawal dari Dukungan atas Pernyataan Jean Todt

Dalam forum tersebut, Munafri merespons pernyataan Jean Todt, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan Jalan Raya. Ia menyatakan sepakat penuh dengan gagasan Todt soal pentingnya pendidikan lalu lintas di bangku sekolah.

"Saya sangat setuju dengan pernyataan Bapak Jean Todt pagi ini. Pendidikan lalu lintas sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar para siswa sadar dan memahami cara berkendara yang aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain," ujar Appi.

Menurut Munafri, siswa perlu mengenali bukan hanya aturan tertulis, tetapi juga perilaku berkendara yang berisiko. Pemahaman soal batas kecepatan dan pilihan transportasi rendah karbon ia nilai sama pentingnya dengan kemampuan mengemudi itu sendiri.

Target Makassar: Cetak Pengemudi Masa Depan Sejak Dini

Munafri menyebut pendidikan keselamatan jalan sebagai investasi jangka panjang. Pembiasaan sejak sekolah diharapkan menekan risiko kecelakaan sekaligus menggeser perilaku masyarakat secara bertahap.

"Kita ingin mempersiapkan pengemudi masa depan sedini mungkin, sehingga mereka memahami konsep kecepatan yang aman, batasan kecepatan, serta cara memilih opsi transportasi rendah karbon," kata Munafri saat menyampaikan gagasannya dalam bahasa Inggris.

Ia menempatkan keselamatan manusia sebagai pijakan utama dalam membangun sistem mobilitas perkotaan. Pendekatan itu, menurutnya, harus dimulai dari langkah sederhana tetapi mendasar.

"Melalui forum ini, saya menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan manusia sebagai salah satu pijakan dalam membangun sistem mobilitas masa depan, dimulai dari langkah sederhana tetapi mendasar," jelasnya.

Pertemuan dengan Utusan Khusus PBB untuk Keselamatan Jalan

Di sela rangkaian forum, Munafri bertemu langsung dengan Jean Todt, mantan Presiden Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) yang juga pernah memimpin Ferrari. Pertemuan itu membahas keselamatan berlalu lintas sebagai persoalan global yang butuh keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Pemkot Makassar memandang forum dua hari tersebut sebagai ruang belajar dari kota-kota lain. Pendekatan yang dibawa pulang akan disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas warga Makassar.

Bagi Munafri, membangun mobilitas yang aman tidak bisa hanya bertumpu pada beton dan tilang. Kesadaran serta tanggung jawab pengguna jalan mesti jadi bagian dari kebijakan transportasi kota, dan sekolah adalah titik mulainya.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediata.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks