Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan Makassar mengakomodasi semua kepentingan lewat forum tripartit yang digelar rutin setiap bulan. Forum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar itu menjadi ruang mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja membahas persoalan ketenagakerjaan, termasuk penentuan upah tahun depan.
MAKASSAR — Perintah itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Coffee Morning bersama LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Makassar. Forum tersebut memang digelar rutin setiap bulan dengan melibatkan pengusaha, perwakilan buruh, dewan pengupahan, akademisi, serta pemangku kepentingan lain.
Menurut Munafri, pertemuan berkala menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membahas sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara bersama-sama.
Komunikasi Rutin Cegah Persoalan Menumpuk
Munafri menilai komunikasi yang dibangun secara rutin membuat persoalan ketenagakerjaan dapat segera diurai sebelum berkembang menjadi masalah lebih besar. Ia mengibaratkan pertemuan tersebut seperti arisan yang dilakukan berkala.
"Dengan adanya duduk bersama pemangku kepentingan. Persoalan di bulan ini insya Allah selesai di bulan depan. Begitu seterusnya," tutur Munafri.
Dengan pola itu, persoalan ketenagakerjaan tidak akan menumpuk hingga akhirnya sulit diselesaikan bersama-sama.
Pemerintah Diminta Ambil Posisi Tengah Soal Upah
Munafri berharap setiap pertemuan tripartit menghasilkan konklusi atau kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti bersama. Keberadaan forum ini dinilai strategis untuk menjaga keseimbangan hubungan industrial sekaligus memastikan kepentingan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha berjalan beriringan.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar harus mengambil posisi di tengah dalam berbagai pembahasan antara pekerja dan pengusaha, termasuk dalam proses penentuan upah tahun depan.
"Di sinilah pemerintah harus benar-benar jeli memastikan posisi sebagai middle man antara pengusaha dan pekerja," jelasnya.
Melalui forum yang digelar rutin, Munafri ingin persoalan yang dihadapi pekerja di dunia industri bisa dicarikan solusi bersama setiap bulan. Ia menyebut pertemuan rutin itu akan membuat setiap persoalan dibahas dan dicarikan jalan keluar dari waktu ke waktu.