MAKASSAR — Pola komunikasi orang tua dan anak kerap berhenti pada pertanyaan-pertanyaan fungsional seperti "sudah makan?" atau "sudah mandi?". Padahal, di balik pertanyaan itu, orang tua sering kali tidak mengetahui kondisi emosional anak yang sebenarnya.
Dosen Universitas Pancasakti Makassar, Dewi Diansa Putri, menilai pertanyaan "Bagaimana perasaanmu hari ini?" bisa menjadi pintu masuk yang lebih efektif untuk memahami tumbuh kembang anak secara utuh. Pertanyaan ini memberi kesempatan bagi anak untuk menceritakan kegembiraan, kekecewaan, hingga masalah yang selama ini mungkin ia pendam.
Empati Lebih Penting dari Sekadar Memberi Solusi
Dalam komunikasi interpersonal, empati menjadi fondasi untuk membangun kedekatan. Ketika anak bercerita, orang tua tidak selalu harus langsung memberikan solusi atau nasihat.
"Terkadang, anak hanya membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi," tulis Dewi dalam opininya yang dikutip KabarMakassar.com. Kehadiran orang tua sebagai pendengar yang baik justru memberikan rasa aman yang lebih berarti daripada sekadar jawaban atas setiap masalah.
Rumah Harus Menjadi Ruang Aman di Tengah Gempuran Gawai
Urgensi komunikasi tatap muka ini semakin terasa di era digital. Anak-anak mungkin terlihat aktif di gawai, terhubung dengan banyak orang melalui pesan singkat, tetapi belum tentu memiliki ruang yang nyaman untuk berbicara tentang perasaannya di rumah.
Keluarga perlu membangun budaya komunikasi yang terbuka. Luangkan waktu khusus untuk berbicara tanpa gangguan gawai, dengarkan sampai selesai, dan berikan perhatian penuh ketika anak sedang bercerita.
Kalimat Sederhana yang Memberi Rasa Aman
Orang tua juga tidak harus selalu memiliki jawaban untuk setiap masalah anak. Kalimat seperti "Mama mungkin belum tahu harus bagaimana, tetapi Mama ada di sini" justru dapat memberikan ketenangan yang sangat berarti bagi anak.
Pengalaman tentang bagaimana seorang anak didengarkan dan dipahami oleh ibunya akan menjadi bekal penting dalam perjalanan hidupnya kelak. Ketika dunia terasa berat, anak akan selalu ingat bahwa ada rumah yang bersedia mendengarkan.
Sesekali, ubahlah pertanyaan "Sudah makan?" menjadi "Bagaimana perasaanmu hari ini?". Mungkin pertanyaan sederhana itu dapat membuka percakapan yang selama ini sangat dibutuhkan anak.