BANTAENG — Pelatihan ini digelar setelah PLN UIP Sulawesi menyerahkan bantuan alat usaha kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattiro Bulu. Langkah itu ditempuh agar sarana produksi yang telah diberikan tidak mandek tanpa kemampuan pengelolaan yang memadai.
Sebanyak 24 perempuan dan 7 laki-laki menjadi peserta dalam pelatihan yang berlangsung di Desa Bonto Tiro tersebut. Pemerintah Desa Bonto Tiro turut dilibatkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Dua Narasumber Bekali Strategi Jualan di Era Digital
Materi pelatihan dibawakan oleh A. Wenri Fatimah Singkeruang, dosen Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, serta Ramlan, S.E., Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bantaeng. Keduanya fokus pada strategi pemasaran digital dan tata kelola usaha kecil.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa bantuan sarana tanpa peningkatan kapasitas sumber daya manusia hanya akan memberikan dampak jangka pendek. Menurutnya, pengetahuan pengelolaan menjadi kunci agar usaha yang dijalankan masyarakat bisa bertahan dan berkembang.
"Bagi kami, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti ketika sarana usaha telah tersedia. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola serta mengembangkan usaha tersebut. Karena itu, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk memperkuat manfaat program agar dapat terus berkembang dan memberikan dampak dalam jangka panjang," jelasnya.
Peserta Akui Butuh Ilmu Pemasaran, Bukan Sekadar Modal
Nurul Fajrianti, salah satu peserta, mengaku materi yang diberikan menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil di desanya. Ia menyebut ilmu tentang strategi pemasaran digital selama ini memang menjadi kendala utama.
"Melalui pelatihan pengelolaan pemasaran produk UMKM Desa Mattiro Bulu, kami mendapat banyak ilmu tentang strategi pemasaran digital dan manajemen usaha dengan baik. Materi ini sangat bermanfaat untuk pelaku usaha kecil seperti kami. Kami berharap ke depannya akan ada pelatihan lagi dengan materi lainnya. Terima kasih PLN UIP Sulawesi," ujarnya.
Kepala Desa Bonto Tiro, Arman, mengapresiasi pola pendampingan yang berkelanjutan dari PLN. Menurutnya, kolaborasi antara bantuan fisik dan penguatan kapasitas ini menjadi model pemberdayaan yang jarang ditemui.
"Kami mengapresiasi PLN UIP Sulawesi yang terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, bukan hanya melalui bantuan sarana usaha, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan dan membantu UMKM di Desa Bonto Tiro berkembang lebih baik," pungkasnya.
Target: BUMDes Mandiri dan Adaptif terhadap Pasar
Program ini merupakan rangkaian dari skema pendampingan yang menggabungkan dukungan sarana dan peningkatan kapasitas. PLN UIP Sulawesi menargetkan pengelolaan usaha BUMDes dan UMKM di Desa Bonto Tiro dapat semakin mandiri, adaptif terhadap perkembangan pasar, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.