BONE — Perkemahan Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi digelar di Dusun Bakunge, Desa Mappasengka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Ribuan anggota Pramuka dari berbagai satuan pendidikan dan kwartir se-Sulsel memadati lokasi perkemahan selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Agustus 2026.
Di tengah kesibukan agenda kepanduan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan hadir menyapa para peserta. Kehadiran dua pejabat daerah ini disebut menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para siswa yang sedang mengikuti rangkaian kegiatan.
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Ruang Belajar Kemandirian
Bagi kontingen UPT SMAN 11 Maros, keikutsertaan dalam perkemahan tingkat provinsi ini dimaknai lebih dari sekadar mengikuti upacara atau acara seremonial belaka. Pihak sekolah menilai kegiatan semacam ini adalah laboratorium hidup bagi pembentukan karakter generasi muda.
Para peserta didik yang dikirim ke Bone tidak hanya belajar mendirikan tenda atau memasak di alam terbuka. Mereka juga berinteraksi dengan rekan-rekan Pramuka dari daerah lain, yang secara langsung melatih kemampuan bersosialisasi dan membangun jaringan pertemanan antarwilayah.
Mengasah Keterampilan di Luar Lingkungan Sekolah
Perkemahan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah berbagai keterampilan yang tidak selalu didapat di dalam kelas. Aktivitas seperti pionering, penjelajahan, hingga manajemen perkemahan menjadi materi praktis yang langsung mereka kerjakan di lapangan.
Kemandirian menjadi nilai utama yang coba ditanamkan. Jauh dari orang tua dan guru, para peserta dituntut untuk mengurus kebutuhan pribadi serta menyelesaikan masalah secara mandiri bersama timnya masing-masing.
Semangat Kepramukaan untuk Pembentukan Karakter
Kehadiran pimpinan daerah di tengah-tengah peserta dinilai sejalan dengan visi pembangunan karakter yang tengah digalakkan pemerintah. Kegiatan Pramuka dipandang sebagai salah satu instrumen efektif untuk membentuk disiplin, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sejak dini.
Hingga perkemahan berakhir, kontingen UPT SMAN 11 Maros diharapkan mampu membawa pulang pengalaman berharga yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.