MAKASSAR — Perkembangan teknologi yang semakin masif menuntut peran aktif orang tua dalam mendampingi anak, bukan sekadar menyediakan fasilitas. Pesan itu disampaikan Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, di tengah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kota Makassar yang berlangsung akhir pekan lalu.
Menurut Melinda, pendampingan yang dimaksud bukan hanya soal mengawasi konten yang diakses anak, melainkan juga membangun kedekatan emosional. Ia menilai banyak orang tua hadir secara fisik di rumah, tetapi secara emosional justru tidak hadir untuk anak-anaknya.
Kehadiran Fisik Tidak Cukup, Butuh Kedekatan Emosional
"Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Mereka perlu didengar, didampingi, diberikan ruang untuk berekspresi, bermain, belajar, dan bertumbuh sesuai dengan tahapan usianya," kata Melinda dalam keterangan yang diterima di Makassar, Senin.
Ia menegaskan bahwa keluarga memegang peran utama dalam pembentukan karakter anak. Di tengah derasnya arus informasi digital, keluarga menjadi benteng pertama untuk menyaring pengaruh negatif dan memastikan anak tetap tumbuh dengan nilai-nilai budaya daerah.
Teknologi Jadi Alat Belajar, Bukan Pengganti Interaksi Sosial
Melinda memandang kemajuan teknologi sebagai peluang yang harus dimanfaatkan secara positif. Namun, pemanfaatannya harus tetap berpegang pada nilai karakter dan interaksi sosial yang sehat, jangan sampai anak justru terisolasi karena terlalu fokus pada layar gawainya.
Momentum HAN 2026 yang mengusung subtema "Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama" ini pun dijadikan ajakan bagi seluruh elemen masyarakat. Ia meminta semua pihak memperkuat perlindungan anak dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, serta ramah anak di Kota Makassar.
Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kota Ramah Anak
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kota ramah anak. Peningkatan pendampingan terhadap anak di tengah perkembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas yang terus didorong.
Komitmen tersebut sejalan dengan hasil evaluasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Sebanyak 355 kabupaten/kota di Indonesia menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025, dan Kota Makassar termasuk di dalamnya dengan meraih predikat kategori Nindya.
Penghargaan KLA diberikan dalam empat kategori, yaitu 22 daerah kategori Utama, 69 daerah kategori Nindya, 125 daerah kategori Madya, dan 139 daerah kategori Pratama. Selain itu, 13 provinsi juga memperoleh penghargaan Provinsi Layak Anak (PROVILA) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen memenuhi hak dan perlindungan anak.