MAKASSAR — Kebakaran yang meludeskan puluhan rumah di permukiman padat penduduk Tallo memicu gerak cepat organisasi kepemudaan. TRC AMPI Sulsel tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga memastikan distribusi tepat sasaran dengan berkoordinasi langsung bersama posko penanganan bencana setempat.
Sejak tiba di lokasi, relawan langsung melakukan asesmen sederhana untuk memetakan kebutuhan mendesak para penyintas. Bantuan tahap awal difokuskan pada kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat bagi keluarga yang mengungsi.
Instruksi Ketua DPD: Kader Harus Jadi Garda Terdepan
Ketua DPD AMPI Sulawesi Selatan, Andi Nurhaldin NH, menegaskan bahwa kehadiran kader di lokasi bencana bukan sekadar seremonial. Ia secara khusus menginstruksikan jajaran TRC untuk segera bergerak berempati dan bekerja di lapangan saat masyarakat tertimpa musibah.
“Di saat masyarakat tertimpa musibah, di situlah kader AMPI harus hadir, bekerja, dan bergotong royong meringankan beban mereka,” tegas Andi Nurhaldin NH dalam keterangan yang diterima redaksi.
Ute Nurul Akbar: Bantuan Ini Bentuk Solidaritas, Bukan Sekadar Distribusi
Di sela-sela kegiatan, Ketua TRC AMPI Sulsel, Ute Nurul Akbar, menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan para korban tidak merasa berjuang sendiri menghadapi duka ini. Menurutnya, nilai solidaritas harus diterjemahkan dalam aksi nyata, bukan hanya wacana.
“Musibah ini adalah duka kita bersama. Bantuan yang kami bawa mungkin tidak mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami korban, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban mereka sekaligus memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi cobaan ini,” ujar Ute Nurul Akbar.
Ia menambahkan, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, terutama ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan pada saat-saat darurat. “AMPI adalah organisasi kader yang harus mampu menjadi garda terdepan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” tambahnya.
Dukungan Psikologis bagi Anak dan Lansia di Pengungsian
Selain mendistribusikan bantuan logistik, relawan TRC AMPI Sulsel juga menyapa para penyintas, berdialog dengan keluarga terdampak, serta memberikan motivasi kepada anak-anak dan lansia yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan optimisme warga untuk segera bangkit kembali.
TRC AMPI Sulsel mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Makassar, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan relawan yang sejak awal berjibaku melakukan evakuasi hingga membuka posko darurat.
Kolaborasi Kunci Percepatan Pemulihan Warga Tallo
Ute Nurul Akbar menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanganan bencana. Dukungan organisasi sosial, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat luas dinilai sangat dibutuhkan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.
“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana. Sedikit bantuan yang diberikan dengan penuh keikhlasan akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.