Pencarian

Presiden Prabowo dan Presiden Jerman Steinmeier Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di Istana Merdeka

Senin, 15 Juni 2026 • 13:12:31 WIB
Presiden Prabowo dan Presiden Jerman Steinmeier Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di Istana Merdeka
Presiden Prabowo menerima kunjungan Presiden Jerman Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta.

SULAWESI SELATAN — Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/4) siang. Ia diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kunjungan kenegaraan yang telah dijadwalkan sejak awal tahun. Kedua kepala negara kemudian menggelar pertemuan bilateral yang membahas peta jalan kemitraan strategis lima tahun ke depan.

Isi Pembicaraan: Transisi Energi dan Alih Teknologi Pertahanan

Dalam pernyataan pers bersama setelah pertemuan, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa diskusi menyentuh tiga sektor utama. Pertama, investasi Jerman dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Kedua, program beasiswa ganda bagi mahasiswa teknik Indonesia di universitas-universitas Jerman.

"Kami sepakat untuk membentuk satuan tugas bersama yang akan memantau realisasi proyek-proyek strategis ini setiap enam bulan," ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan.

Presiden Steinmeier menambahkan bahwa Jerman melihat Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik. Ia menyebutkan potensi kerja sama di bidang industri pertahanan, khususnya alih teknologi untuk perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Jerman yang digunakan TNI.

Latar Belakang: Mencari Keseimbangan Baru di Tengah Ketegangan Global

Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Presiden Steinmeier ke Indonesia sejak menjabat periode kedua. Diplomat Jerman di Jakarta menyebut momentum ini krusial di tengah fragmentasi rantai pasok global dan persaingan kekuatan besar di Asia Tenggara.

Indonesia, yang tahun ini memegang keketuaan ASEAN, dinilai Jerman sebagai jembatan strategis untuk mengakses pasar kawasan. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan investasi teknologi tinggi dan pendanaan iklim yang selama ini menjadi keunggulan Jerman di Uni Eropa.

Manfaat Konkret yang Sudah Terukur

Kementerian Luar Negeri mencatat nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jerman pada 2025 mencapai 8,3 miliar dolar AS. Angka ini naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadikan Jerman sebagai mitra dagang terbesar Indonesia di Uni Eropa.

Dari sisi investasi, realisasi investasi Jerman di Indonesia sepanjang 2025 tercatat 420 juta dolar AS, mayoritas di sektor manufaktur komponen otomotif dan kimia. Pemerintah menargetkan kenaikan 20 persen setelah pertemuan ini melalui skema insentif fiskal bagi perusahaan Jerman yang membangun pusat riset di Indonesia.

Respons Pelaku Usaha dan Langkah Selanjutnya

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif hasil pertemuan tersebut. Ia menilai pembentukan satuan tugas bersama akan memangkas hambatan birokrasi yang selama ini dikeluhkan investor Jerman.

Pemerintah Indonesia dan Jerman dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman teknis di bidang energi terbarukan pada Juni mendatang. Dokumen itu akan menjadi payung hukum bagi proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Kalimantan Utara yang melibatkan konsorsium perusahaan Jerman.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks