Pencarian

Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Kembali Anak Putus Sekolah

Senin, 04 Mei 2026 • 17:27:25 WIB
Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Kembali Anak Putus Sekolah

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi membentuk relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) guna memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan dasar yang layak. Pengukuhan tim ini dilakukan oleh Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026).

Tim ini bertugas menyisir langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi penyebab anak berhenti sekolah sekaligus mendampingi proses mereka kembali ke kelas. Langkah tersebut diambil menyusul masih adanya angka putus sekolah yang tergolong signifikan di wilayah Kota Makassar.

Gerakan Sosial Menjangkau Akar Persoalan Masyarakat

Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pembentukan Tim ATS bukan sekadar formalitas administratif pemerintah daerah. Gerakan ini dirancang sebagai aksi sosial yang menyentuh langsung akar permasalahan di lingkungan warga Makassar.

"Banyak sekali anak-anak kita yang terpaksa harus putus sekolah. Nah, ini yang harus kita pastikan mereka bisa kembali ke sekolah," ujar Munafri, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, pendidikan formal merupakan hak dasar yang wajib dijamin oleh negara. Kehadiran relawan diharapkan mampu memutus rantai ketertinggalan pendidikan bagi generasi muda agar mereka memiliki masa depan yang lebih kompetitif.

Cara Kerja Tim ATS dan Integrasi Sistem Digital

Relawan yang tergabung dalam Tim ATS akan bekerja berbasis data untuk menjangkau anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan. Mereka tidak hanya menjaring, tetapi juga melakukan pendampingan hingga anak tersebut benar-benar kembali aktif di bangku sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan program ini berjalan beriringan dengan pembaruan sistem penerimaan siswa. Pemkot Makassar kini menggunakan sistem digital yang terintegrasi dengan platform On The Class untuk transparansi.

“Melalui integrasi sistem ini, kami ingin menjamin bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan,” kata Achi Soleman.

Beasiswa Guru dan Peningkatan Kualitas SDM Pendidikan

Selain fokus pada pengembalian anak ke sekolah, Pemkot Makassar memberikan perhatian pada kualitas tenaga pendidik. Pada momentum Hardiknas 2026, pemerintah menyerahkan beasiswa kepada guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM.

Pemberian beasiswa ini bertujuan agar para guru mampu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif. Pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan program pendidikan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas.

“Kami ingin memastikan para tenaga pendidik memiliki kapasitas yang terus berkembang, sehingga mampu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas,” tambah Achi.

Program jemput bola ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan pemerataan pendidikan di Makassar. Dengan pendekatan langsung ke lapangan, pemerintah optimis seluruh anak di Makassar dapat kembali mengenyam pendidikan formal secara berkelanjutan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks