SINJAI — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Bone lengkap dengan alat utama (alut) air untuk mempercepat proses penyisiran. Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta puluhan warga dan nelayan setempat yang mengerahkan perahu mereka.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA. Saat kapal jolloro yang ditumpanginya bergerak menuju Pelabuhan Larea-Rea, korban masih sempat terlihat memilah ikan hasil tangkapan.
Selesai menyortir ikan, Akmal beranjak ke bagian belakang kapal untuk membasuh tangan. Itu menjadi momen terakhir rekannya melihat keberadaan pemuda tersebut. Kepanikan baru pecah setibanya kapal di dermaga, ketika rekan-rekannya hendak mengajak Akmal membongkar muatan ikan dan mendapati korban sudah tak lagi berada di atas kapal.
Diduga kuat, Akmal terpeleset dan jatuh ke laut di tengah perjalanan tanpa disadari rekannya. Upaya pencarian mandiri yang dilakukan para nelayan dan warga lokal sempat dilakukan sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan terus bekerja ekstra keras memanfaatkan golden time pencarian. Ia menyebut sinergi antarunsur SAR gabungan diharapkan segera membuahkan hasil.
"Kami telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta sarana pendukung air untuk memaksimalkan penyisiran. Ini sudah hari kedua, dan seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya optimal menyisir titik perkiraan jatuhnya korban. Kami berharap sinergi ini segera membuahkan hasil," tegas Arif.
Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi kekuatan tambahan dalam operasi pencarian kali ini. Puluhan warga dan nelayan setempat secara sukarela mengerahkan perahu mereka untuk memperluas area pencarian, menyisir perairan yang menjadi jalur lintasan kapal menuju Pelabuhan Larea-Rea.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di titik perkiraan korban jatuh. Perkembangan hasil pencarian akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak Basarnas.