MAKASSAR — Prakirawan BBMKG Wilayah IV menyusun prakiraan cuaca Sulsel pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 06.30 WITA. Suhu udara diperkirakan bergerak di rentang 19–37 derajat Celsius dengan kelembapan 56–100 persen. Angin bertiup dari utara hingga tenggara pada kecepatan 10–35 kilometer per jam.
Secara umum, langit Sulsel diprakirakan cerah berawan sejak pagi hingga dini hari. Hujan ringan tetap berpeluang turun di sejumlah wilayah pada siang hingga sore, malam, dan dini hari.
13 Kabupaten/Kota Masuk Peringatan Angin Kencang
BBMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di 13 wilayah. Daftarnya: Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Pangkep, Pinrang, Parepare, Sidrap, Soppeng, Takalar, Jeneponto, dan Wajo.
Warga di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang saat beraktivitas di luar ruangan. Belum ada laporan kerusakan atau korban akibat angin kencang dalam prakiraan ini.
Hujan Ringan di Luwu Timur hingga Bone pada Siang Hari
Pada siang hingga sore, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian Luwu Timur, Luwu Utara, Soppeng, dan Bone. Memasuki malam, potensi serupa diprakirakan muncul di sebagian Luwu Timur.
Pada dini hari, hujan ringan berpeluang mengguyur sebagian Luwu Utara. Intensitasnya ringan, tetapi warga di empat wilayah itu tetap perlu menyiapkan perlindungan saat beraktivitas sore hingga malam.
Udara Panas Melanda 20 Daerah, PM2.5 Kategori Tidak Sehat
Selain angin kencang, potensi udara panas perlu diwaspadai di Barru, Bantaeng, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sinjai, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Konsentrasi PM2.5 atau partikel halus di udara tercatat 55,5–150,4 mikrogram per meter kubik. Angka itu masuk kategori tidak sehat. Penggunaan masker yang sesuai dan pembatasan aktivitas berat di luar ruangan dapat dipertimbangkan ketika kualitas udara memburuk.
Makassar Sempat Tembus Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara Makassar sebelumnya memburuk pada Rabu (14/10/2026). Laporan BMKG Wilayah IV Makassar mencatat angka 127,7 µg/m³ sejak dini hari, lalu naik menjadi 156,5 µg/m³ pada pagi hari, dan 158,7 µg/m³ setelah itu.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan kualitas udara Makassar masuk kategori sangat tidak sehat pada hari itu.
"Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat," ucapnya, Rabu (14/10/2026).
Sehari kemudian, Senin (15/10/2026), kualitas udara Sulsel kembali berada pada kategori tidak sehat. Rizky menyebut penyebaran partikulat hampir merata di setiap kabupaten/kota, kecuali Sulsel bagian utara.
"Secara penyebaran partikulatnya hampir merata Se Sulsel, kecuali Sulsel bagian Utara. Tapi untuk melihat nilai masing-masing kabupaten perlu dicek juga datanya di Dinkes atau DLH," kata Rizky kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, konsentrasi PM2.5 tercatat 85,3 µg/m³ dengan kategori tidak sehat. Rizky menyebut kondisi itu bergantung pada sumber polutan dan arah angin.
"Partikulatnya, sampai hari ini PM2.5 dan untuk hari ini, masih menunjukkan kategori Tidak Sehat. Potensinya seperti itu, tapi hal ini juga bergantung dari sumber polutannya dan arah anginnya. Jika sumbernya berkurang atau anginnya berubah, kualitas udaranya bisa lebih membaik," jelasnya.
Apa yang Perlu Disiapkan Warga
Bagi warga di 13 daerah peringatan angin kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin bertiup kencang. Pengendara motor sebaiknya mengurangi kecepatan di jalan terbuka.
Untuk wilayah dengan udara tidak sehat, masker dan pembatasan aktivitas berat di luar ruangan menjadi langkah paling sederhana. Prakiraan BBMKG Wilayah IV ini berlaku untuk periode Jumat, 23 Oktober 2026, dan dapat berubah mengikuti arah angin serta sumber polutan.