MAKASSAR — BBMKG Wilayah IV Makassar mencatat suhu udara di Sulawesi Selatan pada Senin, 5 Oktober 2026, berkisar antara 17 hingga 37 derajat Celsius. Kelembapan udara diprakirakan berada di rentang 36 hingga 100 persen.
Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 11 hingga 37 kilometer per jam. Kondisi ini yang mendasari peringatan dini angin kencang di sejumlah wilayah.
Pagi Cerah Berawan, Hujan Ringan di Luwu Timur
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Luwu Timur. Memasuki siang hingga sore, malam, dan dini hari, cuaca di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprakirakan cerah berawan.
Pola ini menunjukkan tidak ada potensi hujan signifikan sepanjang hari di mayoritas daerah. Warga yang beraktivitas di luar ruangan tetap perlu memantau perkembangan cuaca.
13 Kabupaten/Kota Diminta Waspadai Angin Kencang
BBMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, Makassar, dan Wajo.
Kecepatan angin yang mencapai 37 kilometer per jam berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama di area terbuka. Pengendara sepeda motor dan pengguna transportasi laut diminta lebih berhati-hati.
21 Wilayah Berpotensi Udara Panas
Selain angin kencang, masyarakat diminta mewaspadai potensi udara panas di Barru, Bulukumba, Bone, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Palopo, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Suhu maksimum yang diprakirakan mencapai 37 derajat Celsius menjadi perhatian tersendiri bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Dehidrasi dan kelelahan panas perlu diantisipasi, terutama pada siang hari.
Imbauan untuk Warga Sulsel
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Imbauan ini terutama berlaku saat beraktivitas di luar ruangan dan saat terjadi peningkatan kecepatan angin maupun suhu udara.
Informasi cuaca terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG. Warga diminta tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan otoritas meteorologi setempat.