SULAWESI SELATAN — Penyanyi dan aktor Thailand Jeff Satur menjadwalkan world tour terbaru yang bergulir akhir 2027 hingga 2028, dibuka lewat konser solo level stadion di Bangkok. Tur ini menyusul album studio keduanya yang dijadwalkan rilis kuartal kedua 2027, sekaligus menandai langkah pertamanya bersama Universal Music Southeast Asia (UM SEA). Rencana tersebut diumumkan setelah Jeff resmi bergabung dengan label tersebut.
Jeff Satur menandatangani kesepakatan dengan Universal Music Southeast Asia (UM SEA) sebelum mengumumkan rencana tur dunianya. Lewat kerja sama itu, UM SEA menyokong penuh arah kreatif musiknya, pemasaran, publisitas, hingga peluang bisnis dan kolaborasi dengan produser serta artis ternama.
Album Kedua Jadi Gerbang Tur Dunia
Tur dunia Jeff Satur diproyeksikan bergulir setelah album studio keduanya dirilis pada kuartal kedua 2027. Rangkaian konser akan dibuka lewat konser solo perdana level stadion di Bangkok, Thailand.
Langkah ini ditempuh setelah ia sebelumnya bernaung di bawah Wayfer Records. Pindah label menjadi amunisi baru bagi Jeff untuk membawa musik T-pop menembus pasar global.
Alasan Jeff Satur Bergabung dengan Universal Music
Bagi Jeff, memilih rekanan kerja bukan soal skala label semata. Ia menekankan pentingnya partner yang memahami visi artistiknya.
"Pada titik ini di karier saya, penting untuk menemukan rekanan yang benar-benar memahami visi saya, yang dapat membantu mewujudkan ide-ide saya tanpa kehilangan ciri khasnya," kata Jeff Satur dalam keterangannya.
Ia juga menyebut penggemarnya, Saturn, akan bertemu dengan basis penggemar baru dari Universal Music. "Saya bersemangat untuk Saturn bertemu Universe dan memulai babak baru berkarya tanpa batas, karena pada intinya, musik selalu menjadi bahasa universal saya," lanjutnya.
Respons Petinggi Universal Music
CEO Universal Music Group untuk Afrika, Timur Tengah, dan Asia, Adam Granite, menilai Jeff Satur sebagai artis dengan kreativitas dan daya tarik internasional yang mencerminkan potensi besar musik Thailand.
"Kemitraan ini memperkuat komitmen kami untuk berinvestasi pada artis-artis Thailand berpotensi tinggi dan membantu mereka menjangkau penonton di seluruh dunia. Kami sangat senang menyambutnya di keluarga UMG," ungkap Adam.
Senada, CEO Universal Music Southeast Asia dan Korea, Calvin Wong, menyebut pelantun lagu Fade itu sebagai salah satu artis Thailand paling menarik dan khas. Rekam jejak impresif dan basis penggemar internasional yang fanatik disebutnya jadi modal utama.
"Kami sangat antusias bekerja sama dengannya untuk memperluas jangkauannya di Asia dan seluruh dunia, serta membantunya dalam perjalanannya menjadi superstar global," tutur Calvin.
Modal 2 Miliar Streaming dan Tur Red Giant
Jeff Satur dikenal lewat sejumlah lagu hit seperti Dum Dum, Hide, Ghost, hingga Black Tie. Katalognya tercatat telah menembus 2 miliar streaming.
Basis penggemarnya tersebar dari Asia, Amerika Serikat, hingga Amerika Latin. Kesuksesan Red Giant Tour pada 2025 menjadi bukti daya tarik panggungnya di luar Thailand.
Di kampung halamannya, ia sukses menggelar dua hari pertunjukan yang ludes terjual di Impact Arena, indoor terbesar di Thailand. Jeff juga pernah menyapa penggemar Indonesia lewat rangkaian Live On Saturn pada 2023, meski konser berikutnya di Indonesia batal digelar.
Sepanjang tahun ini, gebrakan internasionalnya kian terasa. Jeff menjadi artis Thailand pertama yang tampil di Global Spin Live, acara bincang-bincang dan pertunjukan musik di Grammy Museum Los Angeles, serta tampil di Good Day New York.
Bagi industri musik Asia Tenggara, langkah Jeff Satur bersama Universal Music menjadi ujian apakah T-pop bisa menembus pasar global lewat mesin distribusi mayor label.