Pencarian

Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong 200 UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 12:33:01 WIB
Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong 200 UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah
Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin membuka expo ekosistem haji dan umrah di Gowa, Jumat (16/10/2026).

GOWA — Expo bertema ekosistem haji dan umrah itu dibuka Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin, Jumat (16/10/2026). Pemerintah Kabupaten Gowa menyebut ajang tersebut sebagai ruang mempertemukan pelaku UMKM dengan jemaah, dunia usaha, dan lembaga keuangan.

Darmawansyah menilai produk unggulan daerah belum cukup dikenal di lingkungan sendiri. Menurutnya, UMKM perlu naik ke pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian rantai pasok ekonomi haji dan umrah.

"Kita ingin agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan ekosistem ekonomi haji dan umrah," ungkapnya.

200 Stan Terisi Penuh, Target 25.000 Peserta

Ketua panitia yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memastikan seluruh 200 stan UMKM yang disediakan telah terisi. Panitia menargetkan sekitar 25.000 peserta selama tiga hari rangkaian kegiatan.

Stan tersebut mencakup berbagai sektor usaha. Selain pameran, kegiatan dirangkaikan dengan manasik haji, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, Sa'i Walk and Run, pengajian akbar, serta penyerahan bantuan simbolis kepada anak yatim dan fakir miskin.

Belanja Oleh-oleh Jemaah Jadi Sasaran Pasar

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Prof. Jaenal Effendi menekankan pentingnya kolaborasi memperkuat peran UMKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah. Ia menilai belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia menyimpan potensi besar bagi produk dalam negeri.

"Kita ingin agar belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia tidak seluruhnya dilakukan di Arab Saudi. Produk-produk UMKM dari Sulawesi Selatan dan berbagai daerah di Indonesia juga harus memiliki kesempatan untuk menjadi pilihan jemaah," sebutnya.

Jaenal menyebut beberapa produk berpeluang memenuhi kebutuhan jemaah, antara lain bumbu, makanan siap santap atau ready-to-eat (RTE), beras, dan kebutuhan lain. Kementerian Haji dan Umrah berencana mengidentifikasi UMKM potensial Sulsel untuk diperkenalkan kepada mitra strategis.

UMKM Diminta Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas Produksi

Menurut Jaenal, pelaku usaha tidak cukup hanya menjajakan produk yang tersedia saat ini. Kualitas dan kapasitas produksi perlu ditingkatkan agar mampu menembus pasar internasional.

"UMKM harus naik kelas. Tidak cukup hanya menjajakan produk yang tersedia saat ini, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas, memperluas kapasitas produksi, dan menembus pasar internasional," tegasnya.

Darmawansyah juga menyoroti peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menopang ekonomi keluarga. Ia berharap expo membawa manfaat bagi daerah melalui penguatan silaturahmi dan kerja sama produktif.

"UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, menopang ekonomi keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan," jelasnya.

Penguatan ekosistem UMKM disebut membutuhkan kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata, mulai dari peningkatan transaksi dan investasi hingga penciptaan lapangan kerja baru. Rangkaian expo berakhir 18 Oktober 2026.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulselsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks