Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Pinrang Tiga Hari, Dinkes Imbau Warga Waspadai ISPA

Kamis, 15 Oktober 2026 • 14:33:32 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Pinrang Tiga Hari, Dinkes Imbau Warga Waspadai ISPA
Kabut asap karhutla menyelimuti Kabupaten Pinrang selama tiga hari terakhir.

PINRANG — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dalam tiga hari terakhir. Dinas Kesehatan Pinrang menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan dan puskesmas bersiaga. Ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai dipastikan tetap mencukupi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Ramli Yunus, mengingatkan warga agar konsisten memakai masker di luar rumah maupun di tempat keramaian. Ia menyebut balita dan lansia sebagai kelompok paling rentan mengalami gangguan pernapasan, termasuk ISPA.

"Tentu menggunakan masker pada saat berada di luar rumah dan keramaian. Imbauan yang lain juga adalah bagaimana kita mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah dan lainnya," kata Ramli, di Pinrang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kualitas Udara Pinrang Kota Mendekati Tidak Sehat

Pemantauan aplikasi IQAir mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di kawasan Pinrang Kota mencapai 96. Konsentrasi partikel halus PM2.5 terukur 33,6 mikrogram per meter kubik. Angka itu mendekati kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, terutama anak-anak dan lanjut usia.

Ramli menambahkan hasil pemantauan BMKG menempatkan Pinrang sebagai daerah rawan terkait paparan PM2.5. "Kalau melihat situasi di Kabupaten Pinrang, terkait dengan hasil BMKG, PM2.5 ini termasuk daerah yang rawan," ujarnya.

Jarak Pandang di Bukit Paleteang Berkurang

Kabut asap mengurangi jarak pandang di sejumlah wilayah. Kawasan Bukit Paleteang kini tampak samar dari kejauhan. Kondisi udara mulai menimbulkan ketidaknyamanan pada tenggorokan dan pernapasan warga.

Warga Pinrang, Faisal, menyebut kabut asap sudah mengganggu kesehatan dan aktivitas harian. Ia mendesak pemerintah daerah mempercepat penanganan titik api dan membagikan masker.

"Kondisi kabut asap akibat karhutla di Pinrang saat ini sudah sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas warga sehari-hari. Kualitas udara yang memburuk mulai mengganggu pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia. Kami mendesak pihak berwenang dan pemerintah daerah untuk segera mempercepat penanganan titik api serta membagikan masker," ungkap Faisal.

Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Dinas Kesehatan menganjurkan warga membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Warga juga diminta memperbanyak minum air putih. Jika mengalami gejala gangguan pernapasan, masyarakat diarahkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker tidak boleh dilepas. Imbauan serupa berlaku saat berada di tempat keramaian untuk menekan risiko penularan dan paparan partikel halus.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks